Kodim 0818 Malang-Batu Tanam 500 Mangrove di Pantai Ngliyep
Upaya pelestarian kawasan pesisir kembali digencarkan TNI Angkatan Darat melalui kegiatan penanaman mangrove serentak di berbagai wilayah Indonesia.
MALANG - Upaya pelestarian kawasan pesisir kembali digencarkan TNI Angkatan Darat melalui kegiatan penanaman mangrove serentak di berbagai wilayah Indonesia.
Di Kabupaten Malang, sebanyak 500 bibit mangrove ditanam di kawasan Pantai Ngliyep, Kecamatan Donomulyo, Senin (25/5/2026).
Kegiatan bertajuk “TNI AD Peduli Lingkungan, Mangrove Tumbuh Negeri Tangguh” itu dipimpin jajaran Kodim 0818 Malang-Batu dan melibatkan pemerintah daerah, Polri, pelajar hingga masyarakat sekitar pesisir.
Komandan Kodim 0818 Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan teritorial TNI AD yang dilaksanakan secara nasional di wilayah pesisir Indonesia.
“Pagi ini, saya Dandim 0818 Malang Batu bersama ibu Wakil Bupati Malang, Wakapolres Malang dan Komandan Satuan Radar 221 Ngliyep melaksanakan penanaman pohon mangrove secara serentak di seluruh Indonesia,” jelas Bayu.
Ia menyebutkan, di Kabupaten Malang penanaman dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur mulai personel TNI, Polri, pemerintah daerah hingga masyarakat setempat.
“Di Kabupaten Malang sendiri, kami melakukan penanaman mangrove sebanyak 500 bibit yang dilaksanakan di area Pantai Ngliyep, berada di wilayah Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang,” ungkapnya.
Program penanaman mangrove tersebut bertujuan memperkuat rehabilitasi kawasan pesisir, mengurangi risiko abrasi dan erosi pantai, serta membantu penyerapan emisi karbon.
Selain itu, kegiatan itu juga menjadi bagian dari penguatan kemanunggalan TNI dengan masyarakat melalui aksi nyata pelestarian lingkungan.
Wakil Bupati Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi langkah TNI dalam mendorong rehabilitasi kawasan pantai sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“Mudah-mudahan dengan kegiatan penanaman bibit tanaman mangrove ini semakin menghijaukan Kabupaten Malang,” ujar Lathifah.
Menurutnya, penanaman mangrove tidak hanya penting untuk mencegah abrasi pantai, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan lingkungan jangka panjang.
Bahkan, Pemkab Malang mulai melihat potensi pengembangan carbon trading atau perdagangan karbon melalui konservasi mangrove.
“Karena itu butuh karbon, mungkin dalam waktu dekat akan dilakukan sosialisasi karbon trading di Kabupaten Malang. Dengan penanaman mangrove ini menjadi salah satu aset yang kita miliki di karbon trading nanti,” katanya.
Ia berharap keberadaan hutan mangrove di kawasan pesisir selatan Malang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, khususnya warga di wilayah Pantai Ngliyep dan Donomulyo. (*)
Apa Reaksi Anda?