Ketegangan Timur Tengah Meningkat, KUH Jeddah Siapkan Mitigasi bagi Jemaah Umrah

KUH Jeddah siapkan langkah mitigasi bagi jemaah umrah Indonesia menyusul penutupan ruang udara di sejumlah negara Timur Tengah akibat situasi keamanan.

Maret 1, 2026 - 09:30
Ketegangan Timur Tengah Meningkat, KUH Jeddah Siapkan Mitigasi bagi Jemaah Umrah

JEDDAH Eskalasi situasi keamanan di kawasan Timur Tengah memicu sejumlah negara tetangga Arab Saudi mengambil langkah preventif dengan menutup ruang udara untuk aktivitas penerbangan. Negara-negara tersebut meliputi Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah.

Sementara itu, Arab Saudi bersama Oman, Yordania, dan Lebanon dilaporkan masih mengoperasikan penerbangan secara terbatas dengan status waspada. Langkah ini diambil guna menyesuaikan dinamika keamanan di kawasan ke depan.

Pemerintah memastikan bahwa situasi di dalam wilayah Arab Saudi hingga saat ini tetap aman dan terkendali. Aktivitas publik berjalan normal dengan peningkatan kewaspadaan sesuai standar keamanan yang berlaku.

Mitigasi Jemaah Terhambat (Stranded)

Guna mengantisipasi potensi keterlambatan atau pembatalan penerbangan yang dapat menyebabkan jemaah umrah tertahan (stranded) di bandara, Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah bergerak cepat melakukan langkah mitigasi.

Staf Teknis Urusan Haji KUH Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif secara intensif sejak dini.

“KUH telah membentuk tiga tim yang bekerja dalam tiga shift dan disebar di tiga titik bandara, yakni Terminal 1, Terminal 2 (eks Saudia), dan Terminal Haji. Langkah ini untuk memastikan pendampingan dan koordinasi berjalan optimal bagi jemaah yang terdampak perubahan jadwal penerbangan,” ujar Ilham di Jeddah, Sabtu (28/2/2026).

Selain itu, KUH Jeddah membuka komunikasi intensif dengan pihak maskapai, travel penyelenggara, serta syarikah (mitra travel di Arab Saudi). Koordinasi ini bertujuan mencari solusi terbaik bagi jemaah yang mengalami penundaan kepulangan akibat penyesuaian jadwal penerbangan.

Imbauan KBRI Riyadh untuk WNI

Di sisi lain, KBRI Riyadh telah mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi agar tetap tenang dan tidak panik menghadapi dinamika keamanan kawasan. WNI diminta terus memantau informasi resmi dari otoritas setempat dan perwakilan Republik Indonesia.

Pemerintah Indonesia melalui perwakilan di Arab Saudi memastikan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi ketat guna menjamin keamanan, keselamatan, serta kenyamanan jemaah umrah Indonesia.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi (hoaks) dan selalu merujuk pada sumber resmi pemerintah. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow