Kerugian akibat Cuaca Ekstrem di Pacitan Tembus Rp3,7 Miliar

Cuaca ekstrem di Pacitan berdampak. Bencana alam mengakibatkan kerugian mencapai Rp3,7 miliar.

Februari 25, 2026 - 17:00
Kerugian akibat Cuaca Ekstrem di Pacitan Tembus Rp3,7 Miliar

PACITAN Kerugian akibat cuaca ekstrem yang melanda Pacitan pada pertengahan Februari 2026 ditaksir mencapai Rp3.785.100.000. 

Data tersebut merupakan hasil asesmen sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan di sejumlah kecamatan terdampak.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Pacitan, Wahyu Fajar Yuliardi, menyebut angka tersebut masih bersifat sementara dan bisa berkembang sesuai hasil pendataan lanjutan.

“Prakiraan kerusakan dampak bencana cuaca ekstrem sebesar Rp3.785.100.000,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Sudimoro, Tulakan, Nawangan, Bandar, dan Arjosari. 

Dampak terparah terjadi di Kecamatan Sudimoro, setelah hujan deras memicu tanah longsor dan banjir lumpur, Jumat lalu.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan, Radite Suryo Anggono, menjelaskan sedikitnya 12 rumah terdampak longsor dan puluhan lainnya terdampak luapan lumpur.

“Peristiwa terjadi setelah hujan berintensitas tinggi membuat tanah di sekitar tebing menjadi labil dan sungai meluap,” kata Radite.

Ia merinci, 12 rumah yang terdampak longsor tersebar di tiga desa. Lima rumah berada di Desa Gunungrejo, lima rumah di Desa Karangmulyo, dan dua rumah di Desa Ketanggung. Sebagian besar rumah tersebut berdiri di dekat tebing.

Kerusakan umumnya terjadi pada bagian dinding dan pagar yang jebol akibat tertimpa material longsor. Meski begitu, tidak ada laporan rumah rusak total maupun korban jiwa.

“Tidak ada yang rusak total, namun ada tembok rumah yang jebol karena material longsor,” ujarnya.

Selain longsor, banjir lumpur juga menerjang Dusun Kaligoro, Desa Sukorejo. Puluhan rumah terdampak akibat luapan air sungai yang membawa material lumpur ke permukiman warga.

Saat ini genangan sudah surut. Warga bersama petugas melakukan pembersihan sisa lumpur secara gotong royong. BPBD Pacitan telah turun ke lokasi untuk asesmen serta menyalurkan bantuan logistik berupa sembako dan bantuan stimulan.

Petugas juga melakukan kerja bakti bersama warga guna mempercepat pemulihan kondisi lingkungan.

Radite mengimbau warga yang tinggal di lereng atau dekat tebing di Pacitan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras turun dalam durasi lama. “Jika rumah berada dekat tebing, sebaiknya memilih tempat istirahat yang lebih aman dan tidak berdekatan dengan area rawan longsor,” katanya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow