Kerja Totalitas, Ilham Juanda Sabet Penghargaan ASN Berprestasi Banyuwangi Tahun 2025
Dedikasi tanpa batas dalam memajukan sektor pertanian di Bumi Blambangan berbuah manis. Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Banyuwangi, Ilham Juanda, S.P., M.Tr.P., terpilih se
BANYUWANGI - Dedikasi tanpa batas dalam memajukan sektor pertanian di Bumi Blambangan berbuah manis. Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Banyuwangi, Ilham Juanda, S.P., M.Tr.P., terpilih sebagai penerima penghargaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Berprestasi Kabupaten Banyuwangi 2025 untuk kategori Jabatan Administrator.
Penghargaan bergengsi ini diserahkan oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, dalam suasana khidmat usai upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di halaman Kantor Bupati Banyuwangi, Rabu, (20/5/2026).
Setiap tahun, Pemkab Banyuwangi memberikan apresiasi kepada ASN terbaik yang terbagi dalam enam kategori, yakni best employee, tenaga kesehatan, tenaga pendidik (guru), jabatan pengawas, administrator, hingga jabatan pimpinan tinggi pratama (kepala dinas). Melalui seleksi ketat tim juri, Ilham Juanda dinilai layak menyandang gelar tersebut pada kategori administrator berkat kerja totalitasnya.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bersama para ASN berprestasi di lingkungan Pemkab Banyuwangi. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia).
Bukan tanpa alasan Ilham Juanda terpilih. Dia tercatat sebagai inovator yang sukses menggagas lima inovasi strategis di bidang pertanian. Hebatnya lagi, kelima inovasi tersebut telah resmi diakui dan mengantongi sertifikat Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kementerian Hukum RI pada tahun 2025 lalu.
Kepala Dispertan Banyuwangi, Ir. Danang Hartanto, S.T., mengaku sangat bangga atas capaian Ilham tersebut. Menurutnya, etos kerja yang ditunjukkan Ilham harus menjadi pemantik semangat bagi seluruh jajaran ASN, khususnya di lingkungan Dispertan Banyuwangi.
"Alhamdulillah, suatu prestasi yang patut kita banggakan. Ini menjadi salah satu contoh teladan yang sangat baik untuk staf dan ASN yang lain agar terus berinovasi," ujarnya.
Sementara itu, Ilham Juanda menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani dan seluruh tim Dispertan Banyuwangi. Baginya, penghargaan ini adalah bahan bakar baru untuk terus mengabdi dan berkarya demi kesejahteraan petani.
Sebab, pria yang telah mengabdi selama 23 tahun di Pemkab Banyuwangi ini paham betul bahwa tantangan pertanian ke depan jauh lebih kompleks. Mulai dari perubahan iklim, lambatnya adopsi teknologi oleh petani, hingga ketergantungan pada pupuk kimia yang merusak tanah.
"Target ke depan adalah bagaimana inovasi kita benar-benar memberikan dampak berkelanjutan. Kita harus mendorong input teknologi agar produk pertanian, khususnya bahan pangan dan buah-buahan, memiliki linkage (keterikatan) yang kuat untuk diserap pasar global maupun domestik," ungkapnya.
Lebih jauh, Ilham membidik peluang strategis dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digalakkan pemerintah. Dengan serapan pasar yang optimal dan stabilitas harga yang terjaga, rantai kemiskinan di sektor hulu dapat diputus.
"Jika hasil panen terserap dengan harga yang bagus, kesejahteraan petani otomatis meningkat. Ekonomi pedesaan akan tumbuh, buruh tani terserap kerja, dan kita bisa mengentaskan kemiskinan secara signifikan di Banyuwangi," kata pria yang menjabat Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi ini.(*)
Apa Reaksi Anda?