Kemenag Jadi Mak Comblang, Hari Ini Ratusan Orang Ikut Cari Jodoh di Jakarta
Kementerian Agama (Kemenag) bekerja sama dengan Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) dan Islamic Wedding Expo menggelar Taaruf Massal atau ajang cari jodoh di Smesco Exhibition Hall, Jakarta.
JAKARTA - Setidaknya 400 orang hari ini mendaftar untuk mencari belahan jiwa di Smesco Exhibition Hall, Jakarta.
Acara bertajuk Taaruf Massal atau "Golek Garwo" ini merupakan agenda yang diinisiasi oleh Kementerian Agama (Kemenag) bekerja sama dengan Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) dan Islamic Wedding Expo.
Pantauan TIMES Indonesia di lokasi menunjukkan bahwa mayoritas pendaftar resmi didominasi oleh kaum perempuan. Dari total 400 peserta yang berpartisipasi, tercatat hanya 30 persen di antaranya yang berasal dari kalangan pria.
Peserta yang hadir pun sangat beragam. Tidak hanya didominasi oleh anak muda, beberapa peserta paruh baya juga terlihat antusias. Mereka datang dengan ikhtiar yang sama: menemukan jodoh melalui proses perkenalan langsung atau tatap muka.
"Semoga Allah SWT memberkahi ikhtiar Mas-Mas dan Mbak-Mbak dalam mencari jodoh yang sesuai dengan harapan," kata Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad, Minggu (28/6/2026).
Abu Rokhmad menyampaikan bahwa seluruh peserta yang hadir dalam acara ini berasal dari wilayah Jabodetabek.
"Kalau (dibuka untuk) seluruh Indonesia), saya kira skalanya terlalu besar. Jadi, untuk saat ini kami fokuskan bagi warga Jakarta dan sekitarnya," jelasnya.
Melihat antusiasme yang tinggi, Kemenag berencana menjadikan ajang pencarian jodoh ini sebagai agenda tahunan.
Pihaknya menilai program ini sangat positif dalam membantu masyarakat yang belum menemukan pendamping hidup.
"Ke depan, kami merancang ini agar menjadi salah satu agenda tahunan. Langkah ini juga menjadi salah satu jawaban di tengah tren angka pernikahan (di Indonesia) yang terus menurun," ujarnya.
Fenomena ini memang relevan dengan kondisi lapangan. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa angka pernikahan di tanah air terus mengalami penurunan hingga mencapai titik terendah.
Sebagai gambaran, pada tahun 2024 misalnya, jumlah pernikahan di Indonesia tercatat sebanyak 1.478.302.
Angka tersebut mengalami penurunan signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2022 yang masih menyentuh 1.577.255 pernikahan.
Artinya, dalam kurun waktu dua tahun saja, Indonesia kehilangan hampir 100 ribu angka pernikahan. (*)
Apa Reaksi Anda?