Kemarau Tiba, Ratusan Warga Pakusari Alami Krisis Air Bersih

Ratusan warga di Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, Jember menghadapi krisis air bersih.

Juli 2, 2026 - 15:01
Kemarau Tiba, Ratusan Warga Pakusari Alami Krisis Air Bersih

JEMBER - Ratusan warga di Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, Jember menghadapi krisis air bersih.

Hal itu terjadi setelah sejumlah sumur andalan warga setempat mengalami penyusutan volume air dan air berubah keruh

Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember dan Palang Merah Indonesia (PMI) Jember bergerak cepat melakukan operasi tanggap darurat pendistribusian air bersih, Kamis (2/7/2026).

Langkah taktis ini diambil sebagai implementasi nyata dari komitmen pemerintah dalam melindungi hak dasar masyarakat di tengah ancaman bencana musiman.

Berdasarkan hasil asesmen cepat yang dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember, krisis air di Dusun Bunder telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan.

Memasuki bulan Juli yang menjadi puncak kemarau, sumber air bawah tanah warga mengalami penurunan volume yang sangat signifikan.

Bagi sebagian warga yang sumurnya masih menyisakan air, kondisi airnya sudah tidak layak konsumsi karena bercampur dengan material lumpur pekat.

Berdasarkan data kewilayahan, total terdapat sekitar 125 kepala keluarga (KK) yang terdampak langsung, tersebar di dua lingkungan yakni:

 • RT 02 RW 13: Sekitar 45 KK dari total 80 KK warga setempat.

 • RT 03 RW 13: Sekitar 80 KK dari total 100 KK warga setempat.

Ironisnya, sebenarnya terdapat fasilitas sumur bor alternatif yang berjarak sekitar 600 meter dari permukiman.

Namun, infrastruktur krusial tersebut hingga kini belum dapat dioperasikan karena belum tersambung dengan instalasi meteran listrik serta ketiadaan jaringan pipa distribusi ke rumah-rumah warga.

Tepat pukul 09.30 WIB, armada tangki air dari BPBD dan PMI Jember bergerak bersama menuju lokasi.

Setibanya di Dusun Bunder pada pukul 10.00 WIB, petugas langsung disambut antusias oleh warga yang telah mengantre dengan membawa berbagai wadah penampungan.

Dalam giat kali ini, kolaborasi dua instansi kemanusiaan tersebut berhasil menyalurkan total 9.000 liter air bersih layak konsumsi dengan rincian:

 1. Armada BPBD Jember: Mendistribusikan 5.000 liter air bersih.

 2. Armada PMI Jember: Mendistribusikan 4.000 liter air bersih.

Tidak hanya membawa air, untuk memastikan pengelolaan air berjalan efektif di lokasi, BPBD Jember juga memobilisasi bantuan logistik sarana sanitasi berupa 3 unit tandon air darurat berkapasitas masing-masing 1.200 liter serta 20 buah jerigen berkapasitas 20 liter untuk mempermudah warga lansia atau yang rumahnya agak jauh dalam mengangkut air.

Kepala BPBD Kabupaten Jember Edi Budi Susilo menegaskan bahwa penanganan di Desa Sumberpinang tidak akan berhenti pada hari ini saja.

Mengingat musim kemarau diprediksi masih akan berlangsung, pihaknya telah menyusun skema rekomendasi penanganan jangka pendek secara berkala.

"Kami memastikan bahwa pemenuhan kebutuhan air bersih untuk warga Dusun Bunder akan dipasok secara berkelanjutan. Target kami adalah melakukan distribusi berkala setiap dua hari sekali," ujar Edi.

Untuk mendukung skema tersebut, tim gabungan telah menyiagakan 4 titik tandon utama di lokasi terdampak (3 unit tandon milik BPBD dan 1 unit tandon swadaya milik warga) sebagai posko pengisian air dinamis.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam menggunakan air bersih selama masa siaga darurat kekeringan ini. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow