Kekerasan Kartel Picu Penundaan Beberapa Liga Sepak Bola di Meksiko, Piala Dunia 2026 Terancam?

Situasi ini memunculkan satu pertanyaan besar: apakah FIFA World Cup 2026 di Meksiko benar-benar aman?

Februari 24, 2026 - 13:30
Kekerasan Kartel Picu Penundaan Beberapa Liga Sepak Bola di Meksiko, Piala Dunia 2026 Terancam?

JAKARTA Gelombang kekerasan yang melanda negara bagian Jalisco setelah tewasnya bos kartel “El Mencho” kini menjalar ke dunia sepak bola.

Sejumlah pertandingan Liga MX ditunda, jalan menuju stadion diblokade, dan aktivitas warga dihentikan lewat status siaga merah, sedangkan Meksiko menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 di Juni mendatang.

Situasi ini memunculkan satu pertanyaan besar: apakah FIFA World Cup 2026 di Meksiko benar-benar aman?

Berdasarkan laporan media lokal dan internasional, kartel CJNG (New Generation of Jalisco Cartel) melakukan aksi balasan dengan membakar kendaraan, memblokir jalan, serta melumpuhkan sejumlah titik strategis di Jalisco, termasuk akses menuju stadion yang akan digunakan untuk Piala Dunia.

Salah satu laga yang terdampak adalah duel Clásico Nacional tim putri antara Chivas de Guadalajara dan Club América yang terpaksa ditunda. Pertandingan Liga MX Querétaro versus Juarez FC juga dibatalkan sebagai langkah pencegahan.

Tim Nasional Mexico Football juga dijadwalkan akan menghadapi Iceland National Football team di pertandingan persahabatan pada Kamis (26/2/2026) di Stadion Corregidora, Queretaro. Pihak Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF) belum mengambil langkah lanjut mengenai pertandingan ini. 

Estadio Akron di Zapopan markas Chivas dijadwalkan menjadi tuan rumah bagi empat laga fase grup Piala Dunia 2026. Namun sayangnya, stadion ini berada di wilayah yang terdampak ketegangan keamanan.

Laporan menyebutkan, hanya ada satu akses jalan utama menuju stadion tersebut dan sebelum kekerasan terjadi, masalah utama yang dihadapi hanyalah kemacetan.

Namun, pada puncak kerusuhan yang didalangi oleh kartel CJNG dengan bus yang terbakar yang sempat menghalangi jalur tersebut, kekhawatiran soal kerentanan logistik jika situasi serupa terjadi saat turnamen berlangsung muncul di benak publik.

Tak hanya pertandingan yang terdampak. Ratusan penerbangan menuju Jalisco dilaporkan dibatalkan atau dialihkan. Kota-kota seperti Guadalajara dan Puerto Vallarta sempat mengalami gangguan mobilitas akibat aksi blokade yang dikenal sebagai narcobloqueos.

Bandara dilaporkan tetap beroperasi, namun kekhawatiran publik meningkat. Bagi negara-negara yang akan bertanding di wilayah ini, isu keamanan ini bisa mempengaruhi keputusan perjalanan suporter untuk mendukung tanah air bertanding di Piala Dunia

Sejauh ini, FIFA belum mengumumkan pengumuman apapun terkait perubahan lokasi pertandingan di Meksiko. Pemerintah Meksiko sebelumnya telah menyatakan akan memperkuat pengamanan menjelang turnamen, termasuk pengerahan aparat dalam jumlah besar serta peningkatan sistem pengawasan.

Pejabat setempat di Jalisco sebelumnya juga telah berencana menambah ribuan kamera keamanan serta memperbarui armada kendaraan penegak hukum sebagai bagian dari persiapan Piala Dunia.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa operasi terhadap pimpinan kartel seringkali memicu kekerasan balasan berskala luas. Jika hal ini tidak mereda dan berulang mendekati jadwal turnamen, keamanan liga yang ditunggu-tunggu satu dunia itu akan terancam. (*)

 

Pewarta: Annisa Maghzar Vidyantoro

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow