Kedatangan dan Keberangkatan Tiga Kloter Terakhir Gelombang Pertama di Bir Ali Lancar
Kedatangan tiga kloter terakhir pada gelombang pertama jemaah haji Indonesia di sektor Bir Ali berjalan dengan lancar dan prosedur yang sama dengan jemaah haji Indonesia sebelumnya.
MADINAH - Kedatangan tiga kloter terakhir pada gelombang pertama jemaah haji Indonesia di sektor Bir Ali berjalan dengan lancar dan prosedur yang sama dengan jemaah haji Indonesia sebelumnya.
“Mekanismenya sama, tidak ada perbedaan. Tapi hari ini, kita maksimalkan hanya 3 kloter,” ucap Kepala Sektor (Kasektor) Bir Ali, Divia Ardianto kepada Media Center Haji di Bir Ali Madinah, Jumat (15/5/2026).
Kasektor Bir Ali Divia menyampaikan, jemaah haji Indonesia yang lansia sendiri diperbolehkan untuk turun dari bus, untuk merasakan ataupun menginjakkan kakinya di Bir Ali.
“Meskipun beliau tidak ikut salat di Bir Ali, tapi nanti kita naikkan kembali biar beliau-beliau ini merasakan bagaimana tanah di Bir Ali,” ucap Kasektor Divia.
Divia menegaskan jemaah haji Indonesia tidak diperbolehkan untuk berlama-lama di Bir Ali termasuk untuk salat sunah ihram sendiri disarankan selesai salat langsung kembali ke bus untuk diberangkatkan menuju Makkah.
“Sekitar 15-20 menit teknisnya tetap sama, karena memang aturan di Bir Ali tidak boleh lama,” ucap pria yang berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) ini.
Divia bersyukur karena kedatangan terakhir di Bir Ali pada pagi hari, sehingga pergerakan jemaah haji Indonesia pun relatif cepat karena jemaah masih semangat.
“Alhamdulillah karena kita mainnya juga pagi dan saya lihat juga jemaah haji Indonesia kalau pagi semangat-semangat itu berjalan, rata-rata bahkan tidak mau kita antar dengan golf car, tapi kalau ke pulangnya dari Bir Ali ke parkiran tetap banyak yang mau naik golf car,” sebutnya.
Tidak lupa Divia mengimbau jemaah haji Indonesia untuk tetap menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri menuju puncak Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).
“Karena kita tahu sekarang suhunya semakin naik. Kemarin itu sampai 42 derajat celcius. Jadi tetap kami harapkan vitamin ataupun obat-obatan dari rumah yang dibawa oleh Jemaah silahkan digunakan dan yang pasti selalu berserah diri dan berdoa kepada Allah,” tandasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?