Karhutla di Riau Meluas, Manggala Agni Padamkan Api 20 Hektare

Manggala Agni masih berjibaku memadamkan karhutla di Siak dan Rokan Hilir, Riau. Cuaca panas dan minim sumber air jadi kendala utama.

Mei 28, 2026 - 11:31
Karhutla di Riau Meluas, Manggala Agni Padamkan Api 20 Hektare

JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam wilayah Riau di tengah cuaca panas yang mulai intens dalam beberapa hari terakhir. Tim Manggala Agni masih berjibaku memadamkan kebakaran seluas sekitar 20 hektare di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.

Kepala Balai Pengendalian Karhutla Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan proses pemadaman masih berlangsung dengan dukungan jalur darat dan udara.

“Pemadaman darat dibantu dengan helikopter water bombing satuan tugas udara. Estimasi Rabu sore sekitar 20 hektare, namun ini masih estimasi awal,” ujarnya di Pekanbaru, Kamis (28/5/2026).

Tim Daerah Operasi IV/Pekanbaru diterjunkan untuk melakukan penyekatan di titik kepala api agar kebakaran tidak meluas.

Namun, upaya pemadaman menghadapi tantangan berat. Suhu panas ekstrem di lapangan serta ketersediaan air yang terus berkurang membuat proses pengendalian api berjalan lambat.

Karhutla di wilayah gambut memang dikenal sulit dipadamkan karena api dapat merambat di bawah permukaan tanah dan kembali muncul meski bagian atas tampak padam.

Situasi tersebut menjadi alarm awal memasuki musim rawan karhutla di Sumatera, khususnya Riau yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kebakaran lahan tertinggi di Indonesia.

Kebakaran Juga Terjadi di Rokan Hilir

Selain di Siak, kebakaran lahan juga terjadi di Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir.

Pemadaman di lokasi tersebut dibantu tim Daops III Labuhan Batu Selatan karena akses dari wilayah Sumatera Utara dinilai lebih dekat dibanding jalur lain.

Menurut Ferdian, kondisi api di Pasir Limau Kapas hingga sore kemarin masih menimbulkan asap tipis dan tim melanjutkan pemadaman pada Kamis pagi.

“Kondisi sampai sore kemarin masih berasap tipis, tim akan melanjutkan pemadaman pagi ini,” katanya.

Petugas Menginap di Rumah Warga

Jarak lokasi kebakaran yang cukup jauh membuat personel Manggala Agni memilih menginap di rumah warga sekitar agar respons pemadaman lebih cepat.

Sebelumnya tim sempat menggunakan kantor desa sebagai tempat singgah sementara sebelum akhirnya berpindah ke rumah warga yang lebih dekat dengan titik api.

“Yang terbakar kebun masyarakat dan tanahnya gambut. Estimasi luasan awal untuk Pasir Limau Kapas sekitar 8 hektare,” ujar Ferdian.

Langkah tim yang tinggal dekat lokasi menunjukkan besarnya tantangan geografis dalam penanganan karhutla di wilayah terpencil. Akses terbatas dan karakter lahan gambut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu, tenaga, dan logistik lebih besar.

Meningkatnya titik kebakaran di Riau menjadi sinyal perlunya kewaspadaan dini menghadapi musim kemarau 2026. Selain berdampak pada kerusakan lingkungan, karhutla juga berpotensi memicu kabut asap lintas wilayah yang mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat.

Pemerintah melalui Manggala Agni terus mengintensifkan patroli dan respons cepat di wilayah rawan kebakaran untuk mencegah api meluas lebih besar.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow