Kapal Pembawa Hantavirus Tiba di Belanda, Siap Berlayar Lagi ke Antartika Desember 2026
Kedatangan kapan ini untuk didesinfeksi dengan membawa satu jenazah warga Jerman dan puluhan awak kapal.
JAKARTA - Kapal pesiar MV Hondius, tempat mencuatnya wabah Hantavirus yang mematikan, Senin (18/5/2026) siang telah tiba di Pelabuhan Rotterdam, Belanda.
Kedatangan kapan ini untuk didesinfeksi dengan membawa satu jenazah warga Jerman dan puluhan awak kapal.
Sementara itu seorang penumpang dinyatakan positif Hantavirus pdi Kanada, dan menjadi orang pertama di Amerika Utara yang dinyatakan positif terinfeksi virus yang ditularkan melalui tikus tersebut.
Kapal MV Hondius telah berlayar selama enam hari sejak dari Kepulauan Canary, Spanyol.
Para penumpang yang tersisa waktu itu dikawal keluar dari kapal oleh personel yang mengenakan perlengkapan pelindung tubuh lengkap dan menaiki penerbangan ke lebih dari 20 negara untuk menjalani karantina.
Kapal tersebut telah melakukan perjalanan dari Tenerife menyusuri pantai Afrika dan Eropa dengan 25 awak kapal dan dua petugas medis hingga sampai di Rotterdam, Belanda.
Wabah Hantavirus di kapal tersebut telah mencapai 11 kasus, sembilan di antaranya telah dikonfirmasi.
Tiga penumpangnya telah meninggal, yakni sepasangan warga Belanda yang menurut petugas kesehatan merupakan orang pertama yang terpapar virus tersebut saat mengunjungi Amerika Selatan, serta seorang lagi warga Jerman.
Menurut operator kapal Oceanwide Expeditions, tidak ada seorang pun di atas kapal yang mengalami gejala apa pun.
Para awak pesawat yang mengangkut penumpang kapal yang tidak bisa kembali ke rumah, akan dikarantina di Belanda.
Di Negeri Kincir Angin ini, sekitar dua lusin penumpang dan awak pesawat sebelumny sudah berada, setelah tiba di negara itu melalui serangkaian penerbangan selama dua minggu sebelumnya.
Saat ini, 18 warga Amerika Serikat juga sedang dalam pengawasan di fasilitas perawatan kesehatan khusus di Amerika Serikat yang dirancang untuk merawat orang-orang dengan penyakit menular berbahaya .
Setelah semua orang di atas kapal turun, kapal akan didekontaminasi berdasarkan pedoman kesehatan masyarakat Belanda.
"Langkah-langkah perlindungan pribadi sedang diambil untuk memastikan bahwa para petugas kebersihan tidak perlu menjalani karantina setelah membersihkan," kata kementerian kesehatan dalam surat kepada parlemen Belanda pekan lalu.
Petugas kesehatan masyarakat akan memeriksa kapal tersebut sebelum diizinkan berlayar kembali.
Wabah hantavirus di atas kapal MV Hondius adalah kasus pertama yang diketahui terjadi di kapal pesiar.
Perusahaan Belanda pemilik kapal pesiar tersebut mengatakan tidak memperkirakan adanya perubahan pada operasionalnya. Kapal pesiar Arktik mereka akan berlayar dari Keflavik, Islandia, pada 29 Mei 2026 mendatang.
Institut Pasteur Prancis mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka telah sepenuhnya mengurutkan virus Andes yang terdeteksi pada seorang penumpang Prancis dari kapal pesiar MV Hondius.
Mereka menemukan bahwa virus tersebut cocok dengan virus yang sudah dikenal di Amerika Selatan, tanpa bukti sejauh ini adanya karakteristik baru yang akan membuatnya lebih mudah menular atau lebih berbahaya.
Dr. Bonnie Henry, petugas kesehatan provinsi British Columbia mengumumkan pada hari Sabtu, bahwa salah satu dari empat warga Kanada yang menjalani isolasi di provinsi tersebut setelah turun dari kapal MV Hondius awal bulan ini menerima hasil tesnya 'positif sementara'.
Dia mengatakan bahwa individu yang tidak dikenal tersebut adalah bagian dari pasangan berusia 70-an dari Yukon yang telah mengisolasi diri sejak mereka kembali ke negara itu pada 10 Mei, dan mengalami 'gejala ringan' pada hari Kamis termasuk demam dan sakit kepala.
Tes yang dilakukan pada individu tersebut pada Jumat malam kemudian menunjukkan hasil positif untuk strain hantavirus Andes, yang kemudian dikonfirmasi dengan pengujian lebih lanjut oleh Laboratorium Mikrobiologi Nasional di Winnipeg, menurut CBC.
Orang lainnya juga mengalami 'gejala ringan' saat diperiksa, tetapi hasil tes virusnya negatif.
"Pasien yang dinyatakan positif dalam kondisi stabil, gejalanya masih ringan saat ini dan mereka masih dirawat di rumah sakit dalam isolasi, dipantau dan menerima perawatan sesuai kebutuhan dari tim petugas kesehatan di rumah sakit," kata Dr. Henry.
Pada saat yang sama, katanya, seorang penumpang kapal yang ketiga yang diisolasi di British Columbia, juga berusia 70-an, telah dipindahkan ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan pengujian sebagai tindakan pencegahan.
Sementara itu, orang keempat dari British Columbia berusia 50-an yang tinggal di luar negeri, terus melakukan isolasi mandiri di rumah.
Menurut daftar yang tertera di perusahaan perjalanan Antarctica Cruises, kapal MV Hondius yang kini telah tiba di Rotterdam Belanda itu tampaknya juga sudah menerima pemesanan untuk ekspedisi ke Antartika pada bulan November dan Desember 2026 mendatang. (*)
Apa Reaksi Anda?