Kapal Minyak Turki Berhasil Lintasi Selat Hormuz di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah
Tiga kapal minyak Turki berhasil melintasi Selat Hormuz di tengah konflik AS-Israel dan Iran, saat eskalasi memicu gangguan jalur energi global.
JAKARTA Tiga kapal pengangkut minyak mentah milik perusahaan Turki dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz dengan selamat di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran sejak akhir Februari 2026.
Menteri Transportasi dan Infrastruktur Turki, Abdulkadir Uraloglu, mengatakan salah satu kapal bernama Ocean Thunder yang membawa minyak mentah dari Irak menuju Malaysia telah berhasil keluar dari Teluk dengan aman.
“Sebagai hasil dari upaya yang kami lakukan bersama Kementerian Luar Negeri, kapal milik Turki bernama Ocean Thunder telah melintasi Selat Hormuz dengan aman sejak tadi malam dan menyelesaikan perjalanannya keluar dari Teluk,” ujar Uraloglu, dikutip dari harian Daily Sabah, Senin.
Ia menambahkan, otoritas Turki terus memantau situasi di kawasan tersebut secara intensif serta berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan lembaga terkait lainnya.
Selain itu, masih terdapat kapal lain milik perusahaan Turki yang berada di sekitar wilayah selat. Pemerintah Turki terus mengupayakan langkah-langkah untuk memastikan proses evakuasi dapat berlangsung aman.
Sejumlah kapal juga dilaporkan masih menunggu kesempatan untuk meninggalkan kawasan tersebut. Komunikasi dengan awak kapal dilakukan secara berkelanjutan guna memantau kondisi di lapangan.
Sebelumnya, otoritas Turki mencatat terdapat 15 kapal milik perusahaan Turki yang berada di kawasan Selat Hormuz. Berbagai langkah telah diambil untuk meminimalkan risiko terhadap aktivitas pelayaran di wilayah tersebut.
Pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Eskalasi konflik di sekitar Iran tersebut memicu blokade de facto di Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama distribusi minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global. Kondisi ini turut mendorong kenaikan harga energi dunia.(*)
Apa Reaksi Anda?