Kajian Ramadan PDM Kabupaten Malang di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kupas Fiqih Sosial-Kebencanaan

SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Malang kembali dipercaya menjadi tempat penyelenggaraan Kajian ramadhan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang

Maret 2, 2026 - 16:00
Kajian Ramadan PDM Kabupaten Malang di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kupas Fiqih Sosial-Kebencanaan

KEPANJEN SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Malang kembali dipercaya menjadi tempat penyelenggaraan Kajian ramadhan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang, Minggu (1/3/2026).

Kajian in dilaksanakan di Aula Mas Mansur Kampus 1 sejak pukul 07.00 – 15.00 WIB yang dihadiri sekitar 500 warga Muhammadiyah di Kabupaten Malang mulai dari tingkat Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA), hingga Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM). 

Kajian Ramadhan 1447 H ini mengangkat tema yang relevan dengan perkembangan nasional saat ini yakni Revitalisasi Fikih Sosial-Kebencanaan: Ikhtiar Harmoni Manusia dan Alam untuk Kesejahteraan. Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang mengakibatkan dampak korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur masif yang menggerakkan PDM Kabupaten Malang untuk memberikan pemahaman secara komprehensif kepada seluruh warga Muhammadiyah untuk memahami, mengambil satu tindakan, dan menghadapi peristiwa-peristiwa bencana alam berdasarkan Al-Quran dan Hadist. Melalui kajian ini diharapkan dapat membentuk cara pandang terhadap bencana, dari sekedar musibah fatalistik menjadi bagian dari pengelolaan lingkungan yang berbasis iman dan ilmu. 

Terdapat empat materi yang disampaikan dalam Kajian Ramadhan ini,  pertama, Green Deen: Islam dan Keselarasan Hidup antara Manusia-Alam yang disampaikan oleh Pradana Boy Zulian Thobibul Fata, M.A., Ph.D (Asisten Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Haji), kedua adalah Islam dan Lingkungan Hidup: Perspektif Sosio-Teologis disampaikan oleh Rachmad Kristianto Dwi Susilo, M.A., Ph.D (Kaprodi Magister Sosiologi UMM), ketiga adalah Sinergitas Penanggulangan Bencana bersama Relawan dan Komunitas yang dipaparkan langsung oleh Purwoto, S.Sos., M.Si (Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang) dan yang keempat adalah Sosialisasi Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) dalam Muhammadiyah disampaikan oleh Ir. Amirul Muslihin (Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jawa Timur).

arief-lukman.jpg

Rangkaian kegiatan Kajian Ramadhan PDM Kabupaten Malang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya, dilanjutkan dengan pembacaan kalam ilahi, sambutan Kepala SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen dan Ketua PDM Kabupaten Malang, dan Pembukaan Kajian Ramadhan oleh Ir. H. Tamhid Masyhudi (Wakil Ketua PWM Jawa Timur) serta dilanjutkan dengan Kajian materi yang terbagi dalam dua sesi. 

Kegiatan ini menekankan pentingnya kesadaran ekologis dan mitigasi bencana sebagai bagian tidak terpisahkan dari ibadah di bulan suci ramadhan. Ibadah puasa di bulan ramadhan bukan sekedar menahan lapar dan dahaga, namun juga momentum untuk memperbaiki relasi antara manusia dengan pencipta-Nya serta alam semesta. Forum ini menjadi ruang diskusi krusial untuk merumuskan kembali peran agama dalam menghadapi tantangan ekologis untuk menjaga keseimbangan alam demi masa depan generasi mendatang, mengingat Kabupaten Malang juga berada dalam potensi bencana alam.

“Malang merupakan dataran rendah yang dikelilingi oleh gunung aktif dan tidak aktif, pesisir pantai dan beberapa pulau seperti seperti Gunung Arjuno wlirang, Gunung Kelud Gunung Bromo, Gunung Semeru dan terdapat 10 sungan dengan 4 sungai besar yakni Kali Brantas, Kali Lesti, Kali Metro, dan Kali Konto yang memiliki anak sungai sekitar 9 hingga 22 anak sungai,” ungkap Prawoto Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang.

Mengawali Kajian Ramadhan di Aula Mas Mansur Kampus 1, Moch. Arief Luqman Hakim, M.Pd selaku Kepala SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen menyampaikan ucapan rasa syukur dan bangga atas kepercayaan PDM Kabupaten Malang memilih sekolah ini sebagai tempat terselenggaranya Kajian Ramadhan 1447 H.

“Kedua kalinya, saya mohon doa restu agar jumlah pendaftar ulang murid baru di sekolah kami terus bertambah, per hari ini sudah mencapai 404 siswa baru sudah mendaftar ulang untuk Tahun Pelajaran 2026/2027, selain itu pada kesempatan kali ini kami juga menyampaikan sekaligus sebagai laporan kepada Pimpinan PDM Kabupaten Malang bahwa sekolah kami menjadi Juara Umum pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen Tingkat Kabupaten Malang sekaligu menjadi sekolah pertama dengan Bidang Lomba terbanyak yang melaju ke LKS Dikmen Tingkat Provinsi Jawa Timur di Surabaya nanti pada tanggal 6 – 10 April 2026,” lanjut Kepala SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen.

kajian-ramadhan-a.jpg

Ia juga meminta doa restu kepada seluruh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang dan seluruah jamaah yang hadir bahwa SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen akan melanjutkan pembangunan Gedung Pembelajaran di Kampus 2, Jalan Panji No. 130 Kepanjen yang saat ini masih sampai di lantai 3 untuk dilanjutkan rampung hingga lantai 7 yang diakhiri dengan Menara Ahmad Dahlan. Pembangunan lantai hingga rampung ini merupakan komitmen sekolah dalam memberikan layanan pembelajaran yang baik seiring dengan meningkatnya jumlah murid di sekolah ini tiap tahunnya. Tiap Lantai tersebut akan dibangun ruang kelas pembelajaran teori yang sekaligus secara bertahap akan dijadikan gedung pusat pembelajaran teori seluruh murid. 

Usai sambutan dari Kepala SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua PDM Kabupaten Malang, Prof. Dr. H. M. Nurul Humaidi, M.Ag yang menekankan pada membangun hubungan antar manusia untuk mencapai kesempurnaan dalam ibadah mahdhah tetapi juga lebih penting pada menjaga lingkungan atau alam. Beliau juga melanjutkan bahwa upaya tersebut merupakan konsen Muhammadiyah, tidak hanya pada persoalan-persoalan ibadah tetapi yang paling banyak menguras energi adalah membangun kebahagiaan dan kesejahteraan dikalangan umat manusia.

Melalui Kajian Ramadhan Revitalisasi Fikih Sosial-Kebencanaan: Ikhtiar Hamoni Manusia dan Alam untuk Kesejahteraan dapat terwujudnya harmoni manusia dan alam, integrasi agama dan sains dalam mitigasi, perubahan perpektif kebencanaan, pengurangan risiko bencana, dan peningkatan kesejahteraan berkelanjutan. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow