Kais Rezeki di Nobar Polres Banjar, Pedagang Asal Bandung Rela Tempuh Ratusan Kilometer

Momentum nobar pertandingan Persib Bandung mampu menyedot pedagang dari luar daerah untuk datang langsung ke Kota Banjar.

Mei 17, 2026 - 23:01
Kais Rezeki di Nobar Polres Banjar, Pedagang Asal Bandung Rela Tempuh Ratusan Kilometer

BANJAR - Momentum nonton bareng (nobar) pertandingan Persib Bandung selalu membawa berkah tersendiri, tidak hanya bagi para bobotoh, tetapi juga bagi para pelaku usaha mikro, termasuk di Kota Banjar.

Daya tarik ini bahkan mampu menyedot pedagang dari luar daerah untuk datang langsung ke Kota Banjar.

Salah satunya adalah Apih, seorang pedagang jersey dan aksesoris PersibĀ asal Cicadas, Kota Bandung.

Ia rela menempuh perjalanan ratusan kilometer demi menggelar lapaknya di area nobar yang berlokasi di Polres Banjar Polda Jabar.

Saat ditemui di sela-sela kesibukannya, Pak Api mengaku berangkat dari kediamannya di Bandung sejak pukul 21.00 WIB malam sebelumnya

Ia tiba di Kota Banjar pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, dan baru mulai membuka lapak dagangannya pada pukul 14.00 WIB siang.

"Kalau di Bandung kan yang jualan sudah banyak sekali. Jadi saya pilih ke Banjar saja, sekalian main dan ikut nobar. Yang penting Persib Juara, oyag (heboh)!" ujar Apih dengan semangat khas bobotoh.

Keputusannya tersebut terbukti tepat. Sejak mulai membuka lapak, dagangannya langsung diserbu oleh masyarakat setempat yang hendak ikut meramaikan suasana nobar

Ia mengaku bersyukur karena omzet yang didapat terbilang menjanjikan. "Alhamdulillah, peminatnya banyak yang beli dari siang tadi. Lumayan keuntungannya," ungkapnya bersyukur.

Meski meraup untung, Apih sedikit mengeluhkan kondisi fasilitas di sekitar lokasi acara, khususnya terkait penerangan jalan yang dinilai masih sangat minim menjelang malam hari.

Kondisi gelap ini diakuinya cukup menyulitkan proses transaksi jual beli.

"Animonya sebenarnya bagus sekali, ramai. Cuma ini pencahayaannya kurang, agak gelap karena tidak ada penerangan khusus. Jadi jualan agak susah, harus pintar-pintar cari posisi yang agak terang sedikit," tambahnya.

Kendati menghadapi kendala fasilitas penerangan, kehadiran pedagang musiman seperti Apih menjadi bukti nyata bahwa sport tourism dan ruang publik yang hidup di Kota Banjar mampu menggerakkan roda ekonomi lintas daerah, sekaligus menyatukan kultur dukungan bagi tim kebanggaan Jawa Barat. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow