Jumlah Penumpang Melonjak, Bandara Notohadinegoro Sukses Ciptakan Efek Domino Perekonomian Jember

Bupati Jember Muhammad Fawait dinilai menunjukkan performa yang baik dalam meningkatkan perekonomian daerah pada kuartal pertama tahun 2026.

April 10, 2026 - 22:12
Jumlah Penumpang Melonjak, Bandara Notohadinegoro Sukses Ciptakan Efek Domino Perekonomian Jember

JEMBER -

Bupati Jember Muhammad Fawait dinilai menunjukkan performa yang baik dalam meningkatkan perekonomian daerah pada kuartal pertama tahun 2026.

Sinergi antara kebijakan fiskal yang inklusif dan optimalisasi infrastruktur transportasi udara berhasil menciptakan efek domino yang positif bagi pendapatan daerah dan mobilitas masyarakat.​

Dalam diskusi panel bertajuk "Gus Bupati Menjawab: Dampak Nyata Program Kerja", dua indikator utama keberhasilan pembangunan dipaparkan secara gamblang: Kenaikan signifikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan lonjakan drastis aktivitas di sektor penerbangan.

​Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Jember Achmad Imam Fauzi menjelaskan bahwa kunci utama kenaikan PAD tahun ini adalah keberanian pemerintah untuk melakukan jemput bola hingga ke tingkat desa.

​"Partisipasi masyarakat tidak muncul begitu saja. Melalui kebijakan turun ke desa, kita memberikan pemahaman dan kemudahan akses. Hasilnya, masyarakat merasa dilibatkan dan menjadi lebih tertib. Kenaikan PAD di tahun 2025-2026 ini adalah buah dari kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah," ujar Fauzi dalam kegiatan tersebut, Jumat (10/4/2026).

Selain itu, Kepala BPS Jember Peni Dwi Wahyu Winarsi, mengungkapkan data statistik terkait aktivitas penerbangan dari 18 titik tujuan.​

Berdasarkan perbandingan data bulan Februari ke Maret 2026, Jember mencatatkan angka pertumbuhan yang tidak biasa dalam industri transportasi.

Di antaranya penumpang berangkat naik sebesar 151,49 persen, penumpang datang naik sebesar 178 persen, dan ​volume bagasi meningkat 179 persen. Serta ​aktivitas bongkar barang melonjak hingga 277 persen.

"Kenaikan ini sangat drastis dan merata di seluruh sektor bandara. Artinya, Jember kini menjadi magnet ekonomi yang kuat. Lonjakan bongkar barang hingga 277 persen menunjukkan bahwa jalur udara telah menjadi urat nadi utama bagi distribusi logistik dan perdagangan di wilayah ini," papar Peni.

Moderator diskusi, Nihayatus Sa’adah menekankan bahwa data tersebut bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan bukti valid dari efektivitas program kerja pemerintah daerah.

Ia menyebutkan Integrasi antara kebijakan administratif di tingkat desa dan penyediaan layanan infrastruktur yang mumpuni telah menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat.

"Lonjakan penumpang yang mencapai lebih dari dua kali lipat dalam satu bulan mengindikasikan bahwa Jember semakin terbuka bagi investasi, pariwisata, dan kegiatan bisnis berskala nasional," ungkapnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow