Jelang Muktamar NU di Jombang, Gus Ufik: Ketum PBNU Harus Pengayom Semua Golongan

Gus Ufik mengatakan NU adalah milik seluruh warga nahdliyin. Karena itu pemimpinnya harus bisa menjadi pengayom bagi semua pihak.

Juli 15, 2026 - 11:30
Jelang Muktamar NU di Jombang, Gus Ufik: Ketum PBNU Harus Pengayom Semua Golongan

JOMBANG - Rektor Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, KH M. Zulfikar As’ad atau Gus Ufik mempunyai pandangan mengenai sosok ketua PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama).

Menurut Gus Ufik, Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia membutuhkan sosok pemimpin yang mampu berdiri di atas semua golongan, menjaga persatuan warga nahdliyin, serta tidak terikat dengan kepentingan politik pragmatis.

"Ketua Umum PBNU ke depan harus menjadi figur yang memiliki wawasan kebangsaan luas, tidak terafiliasi dengan partai politik tertentu, dan mampu mengayomi seluruh elemen Nahdlatul Ulama tanpa membedakan latar belakang kelompok maupun pilihan politiknya," ujar Gus Ufik saat ditemui di Jombang, Rabu (15/7/2026). 

Ketua Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LK PBNU) itu menilai, tantangan yang dihadapi NU saat ini semakin kompleks. Karena itu, organisasi membutuhkan pemimpin yang fokus membangun jamiyah dan jamaah, memperkuat kemandirian organisasi, serta menjaga marwah NU sebagai rumah besar umat Islam yang moderat.

Menurutnya, NU selama ini dikenal sebagai organisasi yang mampu merangkul berbagai kalangan. Tradisi tersebut harus terus dijaga agar NU tetap menjadi perekat persatuan bangsa di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berkembang.

"NU adalah milik seluruh warga nahdliyin. Karena itu pemimpinnya harus bisa menjadi pengayom bagi semua pihak, menghadirkan kesejukan, serta mampu menjaga persatuan dan kebersamaan di internal organisasi," katanya.

Selain menyoroti figur kepemimpinan PBNU, Gus Ufik juga memastikan kesiapan panitia dalam menyambut Muktamar ke-35 NU yang akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Sebagai Ketua LK PBNU sekaligus penanggung jawab panitia bidang kesehatan pada Muktamar ke-35 NU, ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan menjadi salah satu aspek penting yang tengah dipersiapkan secara maksimal.

Menurutnya, ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara diperkirakan akan hadir dalam forum tertinggi Nahdlatul Ulama tersebut. Karena itu, seluruh layanan kesehatan harus dipastikan siap sejak sebelum kegiatan dimulai hingga Muktamar berakhir.

"Kami ingin seluruh peserta merasa aman dan nyaman selama berada di Jombang. Pelayanan kesehatan harus menjadi bagian dari ikhtiar untuk menyukseskan muktamar," ujarnya.

Untuk mendukung kesiapan tersebut, LK PBNU telah menjalin koordinasi dengan berbagai rumah sakit, utamanya Rumahsakit2 ARSINU dan juga RSUD terdekat yaitu RSUD Jombang, berbagai profesi kesehatan, serta Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Jombang.

Selain menyiapkan tenaga medis, panitia juga akan mendirikan sejumlah pos kesehatan di area utama muktamar maupun titik-titik strategis yang menjadi pusat aktivitas peserta.

"Kami berharap seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU berjalan lancar, aman, dan tanpa kendala berarti. Insya Allah seluruh unsur yang terlibat akan bekerja maksimal memberikan pelayanan terbaik kepada para muktamirin dan tamu yang hadir," tutur Gus Ufik. Sejauh ini beberapa lembaga juga sudah menyampaikan kesiapannya, seperti BAZNAS & juga Lembaga Kesehatan Wilayah dan berbagai cabang.

Ia optimistis sinergi antara PBNU, pemerintah daerah, pondok pesantren, tenaga kesehatan, serta masyarakat Jombang akan menjadi modal penting untuk menyukseskan perhelatan akbar lima tahunan tersebut.

"Muktamar ini bukan hanya agenda organisasi, tetapi juga momentum besar bagi Jombang dan warga Nahdliyin. Karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk menyambut dan melayaninya dengan sebaik-baiknya," ucapnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow