Jelang Gelombang Pertama di Madinah, 60 Personel Linjam Disiagakan

Sebanyak 60 personel Linjam Daker Madinah disiagakan untuk melindungi jemaah haji Indonesia. Jemaah diminta tidak beribadah sendirian dan selalu membawa kartu nusuk.

April 21, 2026 - 19:32
Jelang Gelombang Pertama di Madinah, 60 Personel Linjam Disiagakan

MADINAH - Petugas Perlindungan Jemaah (Linjat) Daerah Kerja (Daker) Madinah menyiapkan 60 personel untuk mengamankan kedatangan gelombang pertama jemaah haji Indonesia. Seluruh personel tersebut disebar di berbagai titik strategis, mulai dari kantor Daker, sektor, hingga area khusus di Masjid Nabawi.

Kepala Seksi Perlindungan Jemaah (Kasie Linjam) Daker Madinah, Ali Nurohim, menjelaskan bahwa penempatan personel dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah.

“Personel Linjam tersebar di kantor Daker, sektor, dan sektor khusus (Seksus). Di sektor, petugas akan memberikan perlindungan bagi jemaah yang berada di hotel-hotel sesuai wilayahnya,” ujar Ali, Selasa (21/4/2026).

Selain pengamanan di pemondokan, Linjam juga bertugas mengawal mobilitas jemaah dari hotel menuju Masjid Nabawi. Pengamanan dilakukan untuk memastikan jemaah dapat beribadah dengan tenang tanpa gangguan keamanan.

“Perjalanan jemaah dari hotel ke Masjid Nabawi juga kami amankan. Tujuannya agar jemaah merasa aman dan fokus beribadah,” katanya.

Dari total 60 personel, masing-masing sektor ditempatkan tiga petugas Linjam. Sementara itu, sebanyak 32 personel bertugas di sektor khusus yang terbagi dalam lima pos di kawasan Masjid Nabawi. Pos-pos tersebut berada di Pintu 336, Pintu 328, Pintu 310, Pintu 360, serta area Raudhah.

Petugas Linjam juga disiagakan selama 24 jam untuk memberikan perlindungan, termasuk membantu jemaah yang mengalami kendala, seperti kehilangan atau tertukarnya barang bawaan.

“Jika ada koper jemaah yang tertukar atau hilang, Linjam akan membantu mencarikan solusi,” ucapnya.

Meski demikian, Ali mengimbau jemaah untuk tetap menjaga keamanan diri selama beribadah. Salah satunya dengan tidak bepergian sendirian ke Masjid Nabawi.

“Kami sarankan jemaah tidak berangkat sendiri, minimal berdua atau dalam rombongan. Ini penting agar saling membantu jika terjadi kesulitan,” katanya.

Selain itu, jemaah juga diminta selalu membawa kartu identitas, khususnya kartu nusuk, saat beraktivitas di luar hotel. Kartu tersebut wajib melekat dan tidak boleh tertinggal.

“Identitas harus selalu dibawa dan dijaga. Jangan sampai hilang atau tertinggal di hotel agar ibadah bisa berjalan lancar,” ujar Ali.

Dengan kesiapan personel dan dukungan jemaah dalam menjaga keamanan, diharapkan pelaksanaan ibadah di Masjid Nabawi dapat berlangsung aman dan khusyuk. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow