Jejak Manunggal di Desa Bulu Lor: Saat TMMD Reguler ke-129 Merajut Asa dan Ekonomi Warga

TMMD Reguler ke-129 di Desa Bulu Lor membangun infrastruktur, merehab rumah warga, dan menggerakkan ekonomi desa lewat gotong royong TNI, pemerintah, dan masyarakat.

Juli 31, 2026 - 11:01
Jejak Manunggal di Desa Bulu Lor: Saat TMMD Reguler ke-129 Merajut Asa dan Ekonomi Warga

PONOROGO - Pagi belum sepenuhnya terang di Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo. Namun, deru mesin molen dan dentang sekop yang beradu dengan batu sudah memecah keheningan di wilayah barat daya Bumi Reog Ponorogo.  

Seragam loreng TNI yang basah oleh keringat berbaur tanpa sekat dengan kaos oblong para warga lokal. Di tanah ini, batas antara prajurit dan rakyat melebur dalam satu ayunan langkah, membangun desa yang lama mendambakan perubahan.

​Sejak 15 Juli hingga nanti 15 Agustus 2026, Desa Bulu Lor menjadi episentrum kemanunggalan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129. 

Selama 30 hari penuh, dipastikan sinergi lintas sektor—mulai dari Kodim 0802/Ponorogo, Pemerintah Kabupaten Ponorogo, jajaran Polri, pemerintah desa, hingga warga setempat—bahu-membahu mengubah wajah infrastruktur sekaligus menggerakkan urat nadi ekonomi warga.

​Desa Bulu Lor selama ini memiliki potensi komoditas pertanian dan hasil bumi yang menjanjikan. Namun, keterbatasan akses jalan sering kali menjadi batu sandungan utama bagi petani saat hendak menjual hasil panen ke pusat kota.
​Melalui TMMD ke-129, sasaran fisik difokuskan pada pembangunan jembatan,  pemasangan paving  jalan antardusun, perbaikan talud, rehab RTLH, hingga fasilitasi sarana umum. 

Akses jalan yang  mulus tak sekadar memangkas waktu tempuh, tetapi juga menekan biaya logistik warga secara signifikan. Hasil panen tak lagi tertahan di ladang, dan rantai pasok ekonomi warga mulai bergerak lebih cepat.
​Tak hanya pembangunan fisik, program non-fisik seperti penyuluhan UMKM, pelatihan pertanian terpadu, hingga pelayanan kesehatan gratis turut dihadirkan demi memperkuat kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bulu Lor secara berkelanjutan.

​Di sudut desa, kebahagiaan tak tersembunyi dari wajah Hadi Siswanto. Rumah sederhananya yang dulu lapuk dengan dinding bambu renggang dan atap bocor, kini bertransformasi menjadi hunian layak huni berkat program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) TMMD.
​Dengan mata berkaca-kaca, Hadi Siswanto memandangi tembok kokoh yang baru dibangun TNI bersama warga. Bagi pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani ini, memiliki rumah yang aman dan nyaman sebelumnya hanyalah angan-angan yang jauh.
​"Dulu kalau hujan deras turun malam hari, saya dan keluarga sulit tidur tenang karena atap bocor di mana-mana. Sekarang rumah kami sudah kokoh dan bersih. Saya tidak pernah menyangka bapak-bapak TNI dan tetangga mau bekerja sekeras ini untuk keluarga saya. Ini bantuan yang sangat berarti," tutur Hadi Siswanto penuh rasa haru.

Keberhasilan TMMD di Desa Bulu Lor bukan sekadar tentang selesainya target fisik tepat waktu, melainkan tentang terjaganya nilai-nilai gotong royong yang menjadi akar budaya bangsa.

Komandan satgas​(Dansatgas) TMMD Reguler ke-129 yang juga Komandan Kodim 0802/Ponorogo, Letkol Arh Farouk Saputra, menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat adalah manifestasi dari komitmen pengabdian tanpa batas.
​"TMMD ke-129 di Desa Bulu Lor ini bukan semata-mata pengerjaan proyek fisik, melainkan wadah mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami ingin memastikan pembangunan ini benar-benar memberikan dampak langsung bagi peningkatan ekonomi dan kualitas hidup warga," ujar Letkol Arh Farouk Saputra.
​"Dukungan penuh dari Pemkab Ponorogo, Polres, Pemdes, dan khususnya semangat gotong royong warga Bulu Lor adalah kunci utama seluruh sasaran dapat diselesaikan tepat waktu dan tepat guna," tambahnya.

​Warisan Gotong Royong di Tanah Reog
​Ketika masa bakti 30 hari TMMD Reguler ke-129  berakhir pada pertengahan Agustus 2026, yang tersisa di Desa Bulu Lor bukan hanya jalan yang mulus yang membentang atau dinding rumah yang kokoh berdiri. Lebih dari itu TMMD ke-129 meninggalkan warisan berupa kebangkitan ekonomi desa dan kebersamaan yang kembali menyala. 

Diatas tanah Bumi Reog Ponorogo ini, TNI dan rakyat telah membuktikan bahwa ketika semua elemen bergerak bersama, ketertinggalan dapat terkejar, dan masa depan yang lebih sejahtera bukan lagi sekedar impian.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow