Istighotsah Zaadil Ma'ad di SMA An-Nur Bululawang, Kiai Ahmad Zianuddin Bahas Godaan Syahwat

SMA An-Nur Bululawang Kabupaten Malang dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan Istighotsah Zaadil Ma'ad Pondok Pesantren An Nur 2 Al-Murtadlo pada Jumat (26/6/2026).

Juni 29, 2026 - 10:00
Istighotsah Zaadil Ma'ad di SMA An-Nur Bululawang, Kiai Ahmad Zianuddin Bahas Godaan Syahwat

MALANG - SMA An-Nur Bululawang Kabupaten Malang dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan Istighotsah Zaadil Ma'ad Pondok Pesantren An Nur 2 Al-Murtadlo pada Jumat (26/6/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh para alumni serta para pengajar dan karyawan dari seluruh lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren An Nur 2 Al-Murtadlo.

Acara berlangsung dengan penuh kekhidmatan sebagai wadah mempererat ukhuwah, memperdalam ilmu agama, dan memohon keberkahan kepada Allah SWT.

Dalam sambutannya, Kepala SMA An Nur Bululawang, Moh. Hasyim, M.Pd.I, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada SMA An Nur sebagai tuan rumah kegiatan tersebut.

Ia juga mengapresiasi kehadiran para alumni, guru, dan karyawan dari jenjang MI, SMP, hingga SMA yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri majelis ilmu dan doa bersama ini.

Lebih lanjut, Moh. Hasyim berharap kegiatan Istighotsah Zaadil Ma'ad dapat menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antara para pengasuh, Majelis Keluarga Pondok Pesantren An Nur 2 Al-Murtadlo, para alumni, serta seluruh civitas pendidikan.

annur
-

Menurutnya, selain memperkuat ukhuwah Islamiyah, kegiatan ini juga menjadi sarana memperoleh ilmu yang bermanfaat dan doa yang membawa keberkahan bagi seluruh jamaah.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan shalawat oleh Tim Al-Banjari yang menghadirkan suasana religius dan penuh kekhusyukan.

Selanjutnya, para jamah mengikuti pengajian yang dilanjutkan dengan istighotsah bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam memohon perlindungan, keberkahan, dan kemudahan kepada Allah SWT.

Pengajian disampaikan oleh Kiai Ahmad Zianuddin, Lc., M.M. dengan tema 'Godaan Syahwat: Panah Iblis yang Tak Pernah Meleset'.

Dalam kajiannya, ia mengawali pembahasan dengan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa'i, dan Ibnu Majah, yang menyatakan bahwa tidak ada fitnah yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki setelah wafat Nabi selain fitnah wanita.

Hadits tersebut menjadi dasar pembahasan mengenai pentingnya menjaga diri dari berbagai bentuk godaan syahwat.

Ia menjelaskan bahwa fitnah syahwat bukan sekadar persoalan hubungan antara laki-laki dan perempuan, tetapi juga dapat menyeret seseorang kepada kecintaan yang berlebihan terhadap dunia, hingga melalaikan kewajiban kepada Allah SWT.

annur
-

Dalam kajian tersebut turut disampaikan penjelasan para ulama mengenai besarnya dampak fitnah syahwat, yang dapat melahirkan berbagai bentuk musibah, ujian, dan kerusakan apabila tidak dihadapi dengan keimanan dan pengendalian diri.

Selain itu, Kiai Ahmad Zianuddin menyampaikan sejumlah kisah dan nasihat ulama salaf.

Di antaranya keteguhan Al-Fuḍail bin 'Iyāḍ dalam menjaga prinsip agama meskipun berada dalam kesulitan ekonomi.

Juga, perkataan Sa'id bin al-Musayyab yang meski telah berusia delapan puluh tahun dan dikenal sebagai ahli ibadah, tetap menganggap fitnah wanita sebagai perkara yang paling beliau khawatirkan.

Ia juga mengutip penjelasan ulama bahwa fitnah tersebut semakin nyata setelah wafat Rasulullah SAW, sebagaimana isyarat yang terdapat dalam hadis Nabi.

Melalui penyelenggaraan Istighotsah Zaadil Ma'ad ini, diharapkan seluruh jamaah semakin memperkokoh keimanan, meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk godaan yang dapat merusak akhlak dan agama.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa ilmu, doa, dan kebersamaan merupakan bekal penting dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di era modern. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow