Israel Perketat Pengamanan di Masjid Al-Aqsa Selama Ramadan

Israel perketat pengamanan di Masjid Al-Aqsa selama Ramadan dengan menempatkan ribuan personel dan membatasi akses jamaah.

Februari 23, 2026 - 19:30
Israel Perketat Pengamanan di Masjid Al-Aqsa Selama Ramadan

JAKARTA Israel perketat pengamanan di Masjid Al-Aqsa selama Ramadan dengan menempatkan ribuan personel keamanan di sekitar kompleks dan wilayah sekitarnya. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketertiban serta memantau arus jamaah yang meningkat selama bulan suci.

Pasukan keamanan disiagakan sejak siang hingga malam, terutama pada pelaksanaan salat Jumat yang biasanya menarik ribuan jamaah dari berbagai wilayah. Pengamanan mencakup patroli darat dan pengawasan di sejumlah titik masuk menuju kompleks suci tersebut.

Pembatasan Izin dan Pengaturan Akses

Warga Palestina dari Tepi Barat yang ingin memasuki Yerusalem tetap diwajibkan memiliki izin khusus. Jumlah izin dibatasi guna mengatur kapasitas pengunjung selama Ramadan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pembatasan usia juga diberlakukan bagi sebagian calon jamaah.

Selain itu, beberapa kegiatan rutin yang dikelola otoritas Waqf Islam sempat dibatasi. Fasilitas tambahan seperti struktur peneduh untuk jamaah sementara tidak dapat dipasang menjelang Ramadan.

Upaya Jaga Keamanan di Tengah Ketegangan

Pengamanan Masjid Al-Aqsa selama Ramadan dilakukan di tengah situasi ketegangan yang masih berlangsung di wilayah tersebut. Kompleks Al-Aqsa memiliki nilai simbolis dan religius yang tinggi serta kerap menjadi titik sensitif dalam dinamika konflik.

Pihak berwenang menyatakan koordinasi antara aparat keamanan dan pengelola kompleks terus dilakukan guna mengurangi risiko insiden. Strategi yang diterapkan menitikberatkan pada pengawasan ketat tanpa menutup akses sepenuhnya bagi jamaah yang ingin beribadah.

Jalur masuk dibagi sesuai kapasitas untuk mencegah kepadatan berlebihan. Meski pengamanan diperketat, pengunjung tetap dapat menjalankan ibadah dengan mengikuti aturan yang berlaku.

Langkah ini juga mendapat perhatian komunitas internasional, termasuk organisasi kemanusiaan yang memantau situasi agar pelaksanaan ibadah Ramadan tetap berlangsung aman dan tertib.

Secara keseluruhan, kebijakan ini mencerminkan upaya menjaga keseimbangan antara keamanan dan hak beribadah selama bulan suci.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow