Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, AS Siapkan Langkah Militer

Ketegangan di Selat Hormuz meningkat setelah Iran kembali menutup jalur vital dunia. Presiden AS Donald Trump menggelar rapat darurat membahas respons militer dan dampaknya pada harga minyak global.

April 19, 2026 - 14:31
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, AS Siapkan Langkah Militer

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar rapat darurat bersama lingkaran dalamnya pada Sabtu untuk membahas situasi yang kembali memanas di Selat Hormuz. Pertemuan ini berlangsung setelah Iran menutup kembali jalur pelayaran strategis tersebut pada Sabtu (18/4/2026).

Penutupan dilakukan oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Pihak Iran menyatakan langkah itu sebagai respons atas blokade yang kembali diberlakukan Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan mereka, yang dinilai melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Situasi semakin tegang setelah kapal-kapal perang Iran dilaporkan melepaskan tembakan ke arah kapal kargo di kawasan Selat Hormuz pada Sabtu pagi. Insiden ini terjadi tidak lama setelah Iran membatalkan keputusan sebelumnya untuk membuka kembali jalur tersebut.

Mengutip laporan Axios, rapat darurat yang dipimpin Trump diikuti sejumlah pejabat kunci, antara lain Wakil Presiden JD Vance, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Menteri Keuangan Scott Bessent, serta Menteri Luar Negeri Marco Rubio. Turut hadir Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles, utusan khusus Steve Witkoff, Direktur CIA John Ratcliffe, dan Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine.

Sejumlah pejabat Amerika Serikat kepada The Wall Street Journal menyebut, pertemuan tersebut berlangsung di tengah kesiapan militer AS untuk mengambil tindakan terhadap kapal-kapal yang diduga didukung Iran dalam beberapa hari ke depan.

Blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran dilaporkan telah memaksa sedikitnya 23 kapal berbalik arah, yang berdampak pada meningkatnya tekanan ekonomi terhadap Teheran. Pemerintah AS meyakini langkah ini dapat mendorong tercapainya kesepakatan damai.

Namun, kebijakan tersebut justru memicu respons keras dari Iran. Penutupan kembali Selat Hormuz menjadi sinyal eskalasi baru, meskipun sehari sebelumnya Trump sempat menyatakan jalur tersebut telah dibuka.

Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi distribusi energi global, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melintasi kawasan ini. Ketegangan terbaru sempat mendorong harga minyak mendekati 100 dolar AS per barel, meskipun kemudian sedikit terkoreksi setelah muncul laporan pembukaan kembali selat.

Hingga kini, belum dapat dipastikan seberapa besar dampak penutupan kembali Selat Hormuz terhadap stabilitas pasokan energi global dan pergerakan harga minyak dalam waktu dekat. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow