Iran Eksekusi Mati Kourosh Keyvani Atas Tuduhan Mata-mata Mossad
Iran mengeksekusi mati Kourosh Keyvani pada Rabu (18/3/2026) atas tuduhan spionase untuk Mossad Israel. Keyvani terbukti memberikan informasi krusial kepada pihak asing.
JAKARTA Pemerintah Iran mengeksekusi mati seorang pria bernama Kourosh Keyvani pada Rabu (18/3/2026) pagi waktu setempat. Keyvani dieksekusi atas tuduhan melakukan spionase untuk badan intelijen Israel, Mossad.
Kantor berita resmi otoritas kehakiman Iran, Mizan, melaporkan bahwa Keyvani terbukti memberikan informasi krusial kepada pihak asing. "Keyvani dihukum karena memberikan gambar dan informasi mengenai lokasi-lokasi penting serta sensitif di Iran kepada badan intelijen Israel (Mossad)," tulis laporan Mizan.
Hukuman mati tersebut dilaksanakan setelah Mahkamah Agung Iran menguatkan vonis sebelumnya. Berdasarkan laporan otoritas terkait, Keyvani ditangkap di Savojbolagh pada hari keempat perang 12 hari yang terjadi Juni lalu.
Meskipun pihak berwenang menegaskan bahwa kasus ini telah melalui prosedur hukum yang berlaku, hingga saat ini belum ada bukti independen yang dipublikasikan untuk mendukung tuduhan tersebut.
Temuan Alat Komunikasi Canggih
Kantor berita semi-resmi Tasnim menyebutkan bahwa penangkapan Keyvani dilakukan oleh sayap intelijen Garda Revolusi. Saat ditangkap, petugas menemukan barang bukti berupa uang tunai, kendaraan, serta peralatan komunikasi dan pengawasan canggih.
Laporan Tasnim juga mengeklaim bahwa Keyvani diduga direkrut melalui kontak daring (online) dan sempat menjalani pelatihan di luar negeri sebelum kembali ke Iran. Namun, klaim mengenai proses rekrutmen ini belum dapat diverifikasi secara independen.
Peningkatan Tren Eksekusi di Iran
Eksekusi terhadap Keyvani menambah daftar panjang individu yang dihukum mati oleh Iran atas tuduhan spionase untuk Israel, terutama sejak pecahnya konflik pada Juni tahun lalu. Iran tercatat sebagai salah satu negara dengan tingkat eksekusi tertinggi di dunia, khususnya dalam kasus-kasus yang berkaitan dengan keamanan nasional.
Data dari kelompok hak asasi manusia HRANA, sebagaimana dikutip The Telegraph, menunjukkan adanya peningkatan tajam jumlah eksekusi di Iran pasca-perang Juni. Tren ini mencakup mereka yang dituduh memiliki hubungan dengan intelijen Israel.
Senada dengan itu, The Sunday Times melaporkan bahwa puluhan orang lainnya kini terancam menghadapi hukuman serupa atas tuduhan yang sama.
Sebelumnya, pada 28 Januari lalu, Iran juga mengeksekusi Hamidreza Sabet Esmaeilipour yang didakwa sebagai agen Mossad. Hal ini mempertegas ketegasan rezim Teheran dalam menangani isu spionase di tengah situasi geopolitik yang memanas. (*)
Apa Reaksi Anda?