Integrasi CSR dan ESG untuk Nilai Jangka Panjang Perusahaan

Penghargaan Top CSR Awards 2026 resmi diberikan kepada sejumlah perusahaan terkemuka dari berbagai sektor bisnis di Indonesia

Mei 26, 2026 - 14:30
Integrasi CSR dan ESG untuk Nilai Jangka Panjang Perusahaan

JAKARTA - Penghargaan Top CSR Awards 2026 resmi diberikan kepada sejumlah perusahaan terkemuka dari berbagai sektor bisnis di Indonesia, Senin (25/5/2026).

Perusahaan-perusahaan tersebut berasal dari perusahaan privat, perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan BUMD, dan lain-lain. 

Berlangsung di Hotel Raffles Jakarta, Top CSR Awards 2026 merupakan kelanjutan dari ajang sejenis yang berlangsung setiap tahun.

Digelar oleh Majalah TopBusiness berkolaborasi dengan sejumlah lembaga dan pakar, Top CSR Awards 2026 merupakan kegiatan edukasi CSR sekaligus penghargaan tertinggi bidang CSR di Indonesia, serta yang paling besar dan paling membanggakan.

Acara tersebut dihadiri oleh hampir 700 orang dari berbagai kalangan. Muasal mereka adalah para CEO/pimpinan perusahaan yang memenangkan penghargaan tersebut, pejabat/kalangan pemerintahan, para pakar CSR, media massa, dan lain-lain.

Sejumlah nama besar muncul sebagai penerima penghargaan Top CSR Awards 2026. Mereka berasal dari berbagai sektor. 

Beberapa di antara perusahaan itu adalah berikut ini: PT Bima Nusa Internasional; PT Datang DSSP Power Indonesia; BSI Maslahat; PT PLN Indonesia Power Group; PT PLN Nusantara Power Group; PT Chandra Asri Pacific, Tbk.; PT Petrokimia Gresik; Bank BRI; Bank Mandiri; PT Semen Indonesia (Persero), Tbk.

Kemudian, ada nama PT Putra Perkasa Abadi Site Borneo Indobara; Aice Group Holding Pte. Ltd; KEK Industropolis Batang; PT Menthobi Karyatama Raya, Tbk; PT Ganda Alam Makmur GNI Plantation. 

Pun, ada nama berikut ini: PT Bio Inti Agrindo; PT Sucofindo (Persero); PT Pupuk Kaltim; PT Yili Indonesia Dairy; PT Hutama Karya (Persero); PT Indo Tambangraya Megah, Tbk.; PT Pelayaran Bahtera Adhiguna; dan beberapa perusahaan lainnya.  

Satu Dasawarsa

Ketua Penyelenggara TOP CSR Awards 2026, M. Lutfi Handayani, MM., MBA., mengatakan bahwa tema yang diangkat untuk tahun 2026 ini adalah: Aligning CSR and ESG for Long-Term Corporate Value and Sustainable Development.

Top CSR Awards telah diselenggarakan setiap tahun sejak Tahun 2017. Berarti Top CSR Awards 2026 ini adalah penyelenggaraan yang kesepuluh kali (atau satu dasawarsa). 

Jumlah peserta terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2026 ini, peserta Top CSR Awards disaring dari 1.000-an perusahaan dalam long list peserta dari berbagai sektor industri di Indonesia. 

Sebanyak 244 perusahaan resmi mendaftar, dan ada 224 perusahaan yang mengikuti proses penilaian secara lengkap. 

Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, yang menunjukkan semakin tingginya kesadaran dunia usaha terhadap pentingnya implementasi CSR yang berkualitas. 

“Jika dibandingkan dengan pertama kali diselenggarakan, setelah satu dasawarsa, jumlah peserta meningkat lebih dari 400%,” kata Lutfi yang juga Pemimpin Redaksi Majalah TopBusiness tersebut.

Top CSR Awards tidak hanya menjadi ajang apresiasi bagi perusahaan-perusahaan yang berhasil menjalankan program CSR secara efektif dan berdampak, tetapi juga menjadi forum pembelajaran strategis bagi dunia usaha nasional.

Top CSR Awards diselenggarakan berdasarkan prinsip-prinsip ISO 26000 SR, ESG, dan business strategy, sehingga penilaian yang dilakukan tidak hanya melihat besarnya program CSR perusahaan. Tetapi juga menilai sejauh mana CSR telah terintegrasi dengan strategi bisnis, manajemen risiko, keberlanjutan perusahaan, dan penciptaan nilai jangka panjang.

“Kami meyakini bahwa di era saat ini, CSR bukan lagi sekadar aktivitas filantropi atau kewajiban administratif perusahaan, melainkan bagian penting dari strategi korporasi untuk membangun keberlanjutan usaha, memperkuat reputasi perusahaan, meningkatkan hubungan dengan stakeholder, serta menciptakan shared value bagi masyarakat dan lingkungan,” papar Lutfi.

Salah satu kekuatan utama Top CSR Awards adalah adanya proses pembelajaran bersama yang sangat kuat. Karena itu, Top CSR Awards bukan sekadar kegiatan penghargaan, melainkan juga sarana peningkatan kapasitas dan kualitas implementasi CSR perusahaan di Indonesia.

Melalui proses penjurian yang komprehensif, peserta memperoleh banyak manfaat pembelajaran. Itu antara lain: pemahaman mengenai praktik terbaik implementasi CSR dan ESG; masukan strategis dari Dewan Juri terkait peningkatan efektivitas program CSR; pendalaman tentang pengukuran dampak program CSR terhadap bisnis dan masyarakat; Pembelajaran mengenai integrasi CSR dengan sustainability strategy dan ESG framework; serta benchmarking terhadap praktik CSR unggulan dari berbagai sektor industri.

Pembangunan Berkelanjutan

Sementara itu, dalam sambutannya selaku pembicara kunci di acara tersebut, Deputi Bidang Pengendalian dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Dr. Rasio Ridho Sani, menyampaikan sejumlah pesan. Menurut dia, sejatinya regulator lingkungan hidup di Indonesia sudah membicarakan CSR sejak 1995 melalui penghargaan Proper.

“Di situ, ditegaskan bahwa selain menaruh perhatian ke lingkungan, perusahaan harus menaruh perhatian ke masyarakat sekitar. Hal ini kami gunakan untuk mengukur elemen Proper,” kata dia.

Kini, perusahaan di Indonesia sangat peduli ke CSR. “Kami pun telah lama mendorong pembangunan berkelanjutan.Dalam hal itu, kalau pemerintah Indonesia dan dunia usaha berjalan bersama, maka tujuan pembangunan berkelanjutan akan tercapai," katanya lagi.

Di situ, tak sekadar memikirkan laba, perusahaan punya langkah untuk tercapainya sustainibility. “Jadi, perusahaan harus profit sekaligus memenuhi aturan yang ada,” jelasnya.

Dua Kategori Peserta

Ketua Dewan Juri Top CSR Awards 2026, Dr. Mas Achmad Daniri, menyampaikan sejumlah hal. Dalam penyelenggaraan Top CSR Awards 2026 ini, Dewan Juri mengembangkan sistem penilaian dengan membagi peserta ke dalam dua kategori, yaitu CSR Level Corporate dan CSR Level Unit/Site/Program.

Pada kategori CSR Level Corporate, penilaian difokuskan pada kebijakan, strategi, tata kelola CSR, integrasi ESG, serta keselarasan dengan strategi bisnis perusahaan.

Sedangkan pada kategori CSR Level Unit/Site/Program, penilaian lebih difokuskan pada efektivitas implementasi program di lapangan, inovasi program, keterlibatan masyarakat, dan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Daniri menjelaskan pula beberapa aspek utama penilaian TOP CSR Awards 2026. Hal itu meliputi:

  • Keselarasan CSR dengan strategi bisnis;
  • Tingkat adopsi prinsip ISO 26000;
  • Tata kelola dan sistem implementasi CSR;
  • Inovasi program unggulan;
  • Kontribusi terhadap ESG;
  • Serta dampak keberlanjutan program,

Pelaksanaan CSR dari perusahaan merupakan bentuk kontribusi terhadap masyarakat. Terutama masyarakat sekitar yang secara langsung menerima dampak dari operasional.

Agar program CSR perusahaan lebih efektif dan saling memberi manfaat bagi semua pemangku kepentingan, perusahaan pun dapat merancang dan melaksanakannya melalui pendekatan creating shared value (CSV) guna memberikan manfaat bagi semua pemangku kepentingan dan perusahaan itu sendiri.

“Merancang program yang memberikan manfaat bersama, hendaknya tetap selaras dengan strategi bisnis. Semakin jauh dari strategi bisnis, maka yang terjadi hanya menghasilkan program yang bersifat donasi,” kata Daniri.

Untuk menyelaraskan antara kepentingan perusahaan dan stakeholder, perusahaan hendaknya berupaya memaksimalkan total manfaat terhadap profit, people dan planet dari perencanaan strategi bisnis perusahaan. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow