IJTI Cianjur Gelar Aksi Ramadan Berbagi, Perkuat Keshalehan Individu dan Sosial Jurnalis
Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Cianjur kembali menyemarakkan bulan suci dengan agenda rutin tahunan bertajuk "IJTI Berbagi untuk Semua".
CIANJUR Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Cianjur kembali menyemarakkan bulan suci dengan agenda rutin tahunan bertajuk "IJTI Berbagi untuk Semua".
Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, tahun ini organisasi profesi tersebut menggandeng berbagai pihak untuk turut serta berkolaborasi.
Ketua IJTI Cianjur, Rendra Gozali, SH, menjelaskan bahwa langkah kolektif ini bertujuan untuk mempertajam dimensi keshalehan individu sekaligus keshalehan sosial di kalangan awak media.
Rendra menekankan bahwa bagi seorang jurnalis televisi, keshalehan individu bukan sekadar urusan spiritual pribadi, melainkan fondasi integritas dan kredibilitas dalam mengabarkan berita.
"Keshalehan individu sangat krusial guna menjaga integritas dan kepercayaan publik saat kita menyampaikan informasi," ujar Rendra dalam keterangan tertulis yang diterima TIMES Indonesia, Sabtu (14/3/2026).
Sementara itu lanjutnya, keshalehan sosial harus diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar guna menebar nilai-nilai positif.
Menurut pandangannya, momentum Ramadan sangat tepat untuk merefleksikan kembali kualitas diri serta memperkuat komitmen jurnalis dalam menyuarakan kelompok yang kurang beruntung.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi siraman rohani yang dipimpin oleh Ustadz Nurkamilah untuk memberikan bekal spiritual bagi para anggota.
Setelah itu, rombongan bergerak menuju Yayasan Pondok Pesantren Baitul Hikmah Cianjur guna memberikan santunan kepada anak-anak yatim.
Aksi kepedulian tersebut kemudian berlanjut ke area lampu lalu lintas di Jalan Pramuka, di mana para jurnalis membagikan paket takjil kepada para pengguna jalan yang melintas untuk membantu mereka berbuka puasa tepat waktu.
Melalui aksi nyata ini, diharapkan jurnalis televisi dapat menjadi agen perubahan yang konsisten mengedepankan etika dan kepedulian sosial, terutama di tengah tantangan era digital yang dinamis.
Dalam hal ini lebih jauh segala upaya kolaboratif dan edukasi berkelanjutan menjadi kunci agar nilai-nilai kebaikan ini tetap terjaga melampaui bulan suci.
"Dengan integritas yang kuat, peran jurnalis tidak hanya sebatas menyampaikan informasi, tetapi juga memberikan dampak kesejahteraan yang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat," tandasnya.(*)
Apa Reaksi Anda?