Ihyaul Qur’an Indonesia Hadirkan Madrasah Ramadan dengan Kajian dan Aksi Sosial

Ihyaul Qur’an Indonesia menggelar Madrasah Ramadan 1447 H di enam lokasi Kota Malang, 21 Februari–2 Maret 2026, dengan kajian Al-Qur’an, 6.000 paket buka puasa, dan layanan cek kesehatan.

Februari 25, 2026 - 17:00
Ihyaul Qur’an Indonesia Hadirkan Madrasah Ramadan dengan Kajian dan Aksi Sosial

MALANG Selama 10 hari pelaksanaan, Program Madrasah Ramadan 1447 H yang diselenggarakan Ihyaul Qur’an Indonesia hadir di enam lokasi di Kota Malang, mulai 21 Februari hingga 2 Maret 2026. Kegiatan ini memadukan kajian keislaman, pembagian paket buka puasa, hingga layanan sosial bagi masyarakat.

Ketua Pelaksana Sri Pudji Lestari, Selasa (24/2/2026) menjelaskan, rangkaian Madrasah Ramadan berlangsung setiap pagi pukul 07.00 hingga 10.00 WIB. Sesi diawali dengan hafalan Al-Qur’an yang dilanjutkan pendalaman makna ayat secara bertahap. Metode ini dirancang agar peserta tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami pesan ayat dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah sesi pembuka, kegiatan berlanjut dengan ceramah yang menghadirkan pemateri berbeda pada setiap pertemuan. Tema yang diangkat beragam, mulai dari keadilan, keluarga, hingga peran perempuan dalam Al-Qur’an. Variasi materi tersebut menjaga antusiasme jamaah hingga akhir sesi.

Selain kajian, panitia juga menjalankan aksi sosial berupa pembagian 6.000 paket buka puasa kepada masyarakat. Paket tersebut berisi sayur dan bumbu masak yang dapat diolah menjadi menu berbuka. Program ini sekaligus mendorong partisipasi jamaah dalam gerakan sedekah kolektif selama Ramadan.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia membagikan sedikitnya 10 door prize setiap hari dengan jenis hadiah yang bervariasi. Hadiah tersebut antara lain kitab, Al-Qur’an, dan hijab.

“Door prize-nya bermacam-macam, ada kitab, Al-Qur’an, dan hijab,” ujar Sri Pudji Lestari.

Program sosial lainnya berupa distribusi hampers kepada guru Al-Qur’an, anak yatim, lansia, dan dhuafa di sejumlah wilayah sekitar Kota Malang.

“Hampers diberikan kepada anak yatim, lansia, dan dhuafa di daerah sekitar Kota Malang,” kata Sri Pudji Lestari.

Madrasah Ramadhan juga menyediakan layanan cek kesehatan bagi 100 peserta. Fasilitas ini dihadirkan untuk melengkapi aspek spiritual dengan perhatian terhadap kesehatan fisik jamaah.

“Layanan cek kesehatan disediakan untuk 100 peserta,” jelasnya.

Melalui perpaduan kajian, aksi sosial, dan layanan publik, Madrasah Ramadhan 1447 H diharapkan menjadi ruang pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkuat semangat berbagi selama Ramadan. (*)

 

Pewarta: An'nisa Maysa Ayu 

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow