Idul Adha 2026 di Sleman Diawasi Ketat, PMK, Antraks hingga Limbah Kurban Jadi Perhatian Pemkab

Sleman perketat pengawasan kurban Iduladha 2026: cegah PMK dan antraks, siagakan 331 petugas, serta dorong kurban sehat dan ramah lingkungan dengan pengelolaan limbah yang baik.

Mei 22, 2026 - 11:31
Idul Adha 2026 di Sleman Diawasi Ketat, PMK, Antraks hingga Limbah Kurban Jadi Perhatian Pemkab

Pemerintah Kabupaten Sleman memperkuat pengawasan pelaksanaan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Tidak hanya memastikan kesehatan hewan kurban, Pemkab juga menaruh perhatian pada pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), antisipasi antraks, hingga pengelolaan limbah penyembelihan agar tidak mencemari lingkungan.

SLEMAN - Pengawasan dilakukan lintas sektor dengan melibatkan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.

Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, Rofiq Andriyanto, menyampaikan pemeriksaan kesehatan ternak telah dilakukan sejak dini melalui pemantauan di pasar hewan maupun lapak penjualan ternak.

PMK Masih Diwaspadai, Ratusan Petugas Disiagakan

Meski kasus PMK di Sleman mulai terkendali, pemerintah daerah tetap meningkatkan pengawasan guna mencegah munculnya kembali penyebaran penyakit pada hewan ternak.

“PMK di Sleman belum sepenuhnya selesai. Karena itu vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan hewan terus kami lakukan,” ujar Rofiq, Jumat (22/5/2026)

Pemkab Sleman menerapkan pemeriksaan ketat terhadap hewan yang masuk ke pasar ternak. Hewan yang terindikasi sakit tidak diperbolehkan masuk dan akan diminta keluar untuk mencegah penularan.

Selain PMK, kewaspadaan terhadap potensi antraks juga diperkuat, khususnya di wilayah perbatasan. Sejumlah sapi dan kambing di daerah rawan telah menjalani vaksinasi sebagai langkah pencegahan.

Untuk mendukung pengawasan selama Iduladha 2026, Dinas Pertanian menyiapkan 331 personel yang terdiri dari dokter hewan, paramedis veteriner, penyuluh peternakan, hingga mahasiswa Fakultas Peternakan.

Petugas tersebut akan melakukan pemeriksaan antemortem sebelum penyembelihan dan postmortem setelah penyembelihan di lokasi kurban.

“Petugas akan melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem di lokasi penyembelihan hewan kurban,” katanya.

Kurban Ramah Lingkungan, Panitia Diminta Kurangi Plastik dan Kelola Limbah

Selain fokus pada kesehatan hewan, Pemkab Sleman juga mendorong pelaksanaan kurban yang lebih ramah lingkungan.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Sugeng Riyanta, mengimbau panitia kurban mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai saat pembagian daging.

Masyarakat didorong memanfaatkan kemasan alternatif seperti besek bambu, daun, maupun wadah guna ulang lainnya.

“Kami ingin pelaksanaan kurban tidak hanya sehat, tetapi juga ramah lingkungan dan tidak menimbulkan pencemaran,” kata Sugeng.

DLH juga meminta panitia menyediakan lubang khusus untuk pembuangan limbah penyembelihan seperti darah dan jeroan agar tidak dibuang ke sungai maupun saluran air.

Menurutnya, limbah organik yang tidak tertangani dengan baik dapat memicu pencemaran, bau tidak sedap, hingga menimbulkan gangguan di lingkungan masyarakat.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan Sleman memastikan daging kurban tetap aman dikonsumsi apabila berasal dari hewan sehat dan dimasak dengan benar.

Kepala Tim Kerja Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sleman, dr. Lina Nur Islamiyyah Yunus, menjelaskan hewan sehat umumnya terlihat aktif, tidak kurus, tidak cacat, memiliki nafsu makan baik, serta tidak menunjukkan gejala penyakit seperti mulut berbusa atau mata merah.

Ia juga mengingatkan petugas penyembelihan untuk menjaga kebersihan diri dan memastikan daging dimasak hingga matang sempurna.

Sebagai penguatan kebijakan, Pemkab Sleman saat ini tengah menyiapkan surat edaran Bupati yang akan menjadi pedoman pelaksanaan kurban sehat dan ramah lingkungan pada Iduladha 2026. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow