ICMI Jawa Timur Gelar Muswil 2026 di Unair, Angkat Peran Intelektual Muslim sebagai Suluh Peradaban
ICMI Jawa Timur menggelar Muswil 2026 di Unair Surabaya dengan tema peran intelektual Muslim membangun peradaban inklusif serta memilih kepengurusan baru periode 2026-2031.
SURABAYA - Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jawa Timur akan menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) 2026 di Gedung ASEEC, Kampus C Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema "Meneguhkan Peran Intelektual Muslim sebagai Suluh Peradaban Inklusif dan Transformatif".
Ketua Steering Committee (SC) Muswil ICMI Jawa Timur 2026, Annis Catur Adi, mengatakan tema tersebut dipilih sebagai respons atas berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, mulai dari disrupsi global, menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi, hingga menguatnya polarisasi sosial dan politik.
Menurutnya, kaum intelektual memiliki peran strategis dalam menghadirkan gagasan yang mampu menjawab persoalan masyarakat sekaligus menjadi solusi bagi pembangunan bangsa.
"ICMI harus menjadi rumah besar kaum intelektual yang tidak hanya memproduksi pemikiran, tetapi juga mampu menerjemahkannya menjadi solusi nyata bagi masyarakat," ujar Annis dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (3/7/2026).
Sementara itu, Ketua Organizing Committee (OC), Imam Budi Utomo, menjelaskan Muswil tahun ini tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga forum konsolidasi pemikiran yang mempertemukan akademisi, pemerintah, tokoh masyarakat, hingga perwakilan lintas agama.
Ia berharap forum tersebut dapat menjadi ruang dialog strategis untuk merumuskan berbagai gagasan bagi pembangunan Jawa Timur dan Indonesia yang lebih inklusif.
Muswil akan diawali dengan Seminar Nasional pada pukul 08.00-12.00 WIB yang menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang. Di antaranya Arief Satria yang akan membahas tantangan ICMI ke depan serta pentingnya penguatan budaya riset sebagai fondasi kebijakan publik.
Selain itu, Emil Elestianto Dardak akan memaparkan peluang kolaborasi antara ICMI Jawa Timur dan pemerintah daerah dalam penyusunan kebijakan berbasis data dan ilmu pengetahuan. Sementara Nafik Hadi Ryandono akan mengulas peran ICMI sebagai komunitas intelektual yang memiliki tanggung jawab moral dalam melahirkan solusi bagi masyarakat.
Seminar juga menghadirkan Daniel Rohi yang akan berbicara mengenai pentingnya kolaborasi lintas agama dalam membangun peradaban yang inklusif. Acara tersebut dipandu oleh Hesti Arimulan.
Usai seminar, Muswil dilanjutkan dengan agenda organisasi pada pukul 12.00-17.00 WIB, meliputi penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus ICMI Jawa Timur periode 2021-2026 serta pemilihan Ketua Umum ICMI Jawa Timur untuk masa bakti 2026-2031.
Ketua Umum ICMI Jawa Timur periode 2021-2026, Ulul Albab, bersama Sekretaris Pitono Nugroho dijadwalkan memaparkan capaian organisasi selama lima tahun terakhir sebagai bahan evaluasi sekaligus pijakan bagi kepengurusan berikutnya.
Melalui Muswil ini, ICMI Jawa Timur berharap dapat melahirkan kepemimpinan baru yang mampu memperkuat peran organisasi sebagai wadah intelektual Muslim sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan daerah maupun nasional. (*)
Apa Reaksi Anda?