Haul Gus Dur ke-16 di Malang, Pemuda Lintas Agama Bersatu Mendoakan Indonesia

Pemuda lintas agama di Kota Malang memperingati Haul Gus Dur ke-16 melalui doa bersama, sarasehan toleransi, dan Safari Damai Ramadan untuk meneguhkan nilai kemanusiaan dan kebhinekaan.

Maret 6, 2026 - 23:00
Haul Gus Dur ke-16 di Malang, Pemuda Lintas Agama Bersatu Mendoakan Indonesia

MALANG Sosok Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur dikenal sebagai guru bangsa sekaligus pejuang kemanusiaan. Kehadirannya menjadi angin segar bagi kaum minoritas yang kerap mengalami diskriminasi. Gus Dur bukan hanya seorang ulama, tetapi juga pemikir kebangsaan dan demokrasi yang meninggalkan jejak kuat dalam perjalanan Indonesia.

Tokoh yang pernah menjabat sebagai Presiden ke-4 Republik Indonesia tersebut sangat dicintai rakyat. Ajarannya tentang moderasi beragama membuatnya dihormati tidak hanya oleh umat Islam, tetapi juga oleh masyarakat lintas agama.

Memasuki 16 tahun wafatnya Gus Dur, semangat dan nilai-nilai perjuangannya kembali dikenang oleh para pemuda di Malang. GUSDURian Muda Kota Malang atau Garuda Malang menggelar Haul Gus Dur ke-16 di Gazebo Raden Wijaya Universitas Brawijaya, Kamis (5/3/2026).

Mengusung tema “Mendoakan Indonesia”, kegiatan tersebut mempertemukan pemuda dari berbagai latar belakang agama, budaya, dan komunitas. Mereka berkumpul dengan satu tujuan, yakni mengenang jasa Gus Dur sekaligus memanjatkan doa untuk kebaikan Indonesia.

Kepala UPT PKPK Universitas Brawijaya, Mohamad Anas menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk meneladani nilai-nilai yang diwariskan Gus Dur.

Haul-ke-16-Gus-Dur-di-Gazebo-Raden-Wijaya-UB-a.jpg

“Semoga kita semua dapat belajar banyak dari Gus Dur,” ujarnya.

Dalam sarasehan yang menjadi bagian dari rangkaian acara, hadir dua narasumber yakni Mohamad Mahpur dan Uun Triya Tribuce. Keduanya menyoroti pentingnya toleransi beragama dan kerukunan antarumat sebagai fondasi kehidupan berbangsa.

Menurut mereka, toleransi tidak cukup hanya dipahami sebagai konsep, tetapi harus diwujudkan melalui perjumpaan, dialog, dan interaksi nyata di tengah masyarakat. Mereka juga mendorong pemerintah untuk lebih proaktif dalam merumuskan kebijakan serta langkah konkret agar tidak terjadi diskriminasi maupun tindakan intoleransi.

Rangkaian kegiatan peringatan Haul Gus Dur ini juga diisi dengan Safari Damai Ramadan yang mengunjungi GKI Bromo dan Vihara Dharma Mitra Arama. Kegiatan tersebut menjadi simbol kuat persaudaraan lintas iman di Kota Malang.

Acara kemudian ditutup dengan doa lintas agama yang dipimpin oleh tokoh dari agama Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, Islam, dan Bahai. Doa bersama tersebut dipanjatkan untuk mengenang Gus Dur sekaligus mendoakan masa depan Indonesia.

Selain mengenang sosok Gus Dur, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi bangsa, di antaranya krisis ekologi dan tantangan ekonomi yang membutuhkan perhatian bersama.

Kegiatan ini didukung oleh UPT PKPK Universitas Brawijaya, Gubuk Tulis, Bhumi Literasi, GKJW, UEM, Vihara Dharma Mitra Arama, GKI Bromo, IPNU-IPPNU, serta para donatur yang turut berkontribusi dalam terselenggaranya acara tersebut.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow