Hari Lahir Bung Karno dan Napak Tilas Peresmian Tugu Bundar Kota Malang oleh Sang Proklamator
Alun-Alun Tugu Kota Malang diresmikan langsung oleh Bung Karno pada 20 Mei 1953 dan menjadi monumen kemerdekaan pertama yang dibangun pasca Proklamasi.
MALANG - Hari Lahir Presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno pada 6 Juni 1901 lalu menjadi momentum untuk kembali menelusuri jejak sejarah Sang Proklamator di Kota Malang.
Salah satu warisan yang masih berdiri kokoh dan terletak di jantung kota Malang,
Monumen Tugu Bundar atau Alun-Alun Tugu Kota Malang diresmikan langsung oleh Bung Karno pada 20 Mei 1953 dan menjadi monumen kemerdekaan pertama yang dibangun pasca Proklamasi yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.
Melansir dari website resmi Disporapar Kota Malang, Monumen Tugu yang berdiri di tengah kolam teratai dengan lingkaran bunga-bunga cantik tersebut dibangun sebagai simbol perjuangan kemerdekaan, persatuan bangsa, serta semangat nasionalisme bangsa Indonesia.
Sebelum menjadi seperti sekarang, kawasan ini merupakan taman peninggalan kolonial Belanda yang dikenal dengan nama JP Coen Plein.
Taman tersebut dirancang oleh arsitek Belanda, Thomas Karsten, pada awal abad ke-20 sebagai bagian dari kawasan pemerintahan kolonial di Malang. Visualnya pun masih terlihat sederhana, lingkaran tanpa pagar dan tugu di tengahnya.
Pasca Proklamasi Kemerdekaan, muncul gagasan untuk membangun sebuah monumen yang merepresentasikan semangat perjuangan rakyat Indonesia.
Peletakan batu pertama dilakukan pada 17 Agustus 1946 oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Doel Arnowo, disaksikan Wali Kota Malang saat itu, M Sardjono.
Namun, pembangunan tersebut sempat terhenti dan pondasinya dihancurkan ketika Belanda kembali menguasai Kota Malang pada masa agresi militer Belanda I.
Setelah situasi negara kembali stabil, monumen dibangun ulang pada 1952. Setahun kemudian, tepat pada 20 Mei 1953, Presiden Soekarno datang ke Malang untuk meresmikan Monumen Tugu sebagai simbol kemenangan bangsa Indonesia atas kolonialisme.
Peresmian tersebut menjadikan Malang sebagai salah satu kota pertama yang memiliki monumen kemerdekaan setelah Indonesia merdeka.
Melansir dari Sidita Disbudpar Jatim, keberadaan Monumen Tugu memiliki makna yang lebih dalam dibanding sekadar landmark kota.
Bentuk tugu yang menyerupai bambu runcing melambangkan senjata sederhana yang digunakan rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.
Sementara elemen angka yang terdapat pada monumen, seperti 17 pondasi, empat tangga, dan lima sudut, merepresentasikan tanggal kemerdekaan Indonesia, yakni 17 Agustus 1945.
Di bagian relief monumen juga terdapat gambar wajah Soekarno dan Mohammad Hatta, teks Proklamasi, serta peta kepulauan Indonesia.
Keberadaan relief tersebut menjadi penegasan bahwa monumen ini dibangun sebagai penanda lahirnya negara Indonesia yang merdeka dan berdaulat.
Hingga kini, Alun-Alun Tugu Bundar tetap menjadi salah satu ruang publik bersejarah yang banyak dikunjungi masyarakat.
Di balik keindahan kolam teratai dan suasana rindang di sekitarnya, tersimpan kisah perjuangan serta jejak kehadiran Soekarno yang menjadikan kawasan tersebut sebagai simbol nasionalisme di Kota Malang. (*)
Apa Reaksi Anda?