Hadapi Peak Season Lebaran, DLU Pastikan Maksimalkan Pelayanan

Perusahaan angkutan pelayaran PT Dharma Lautan Utama (DLU) telah mematangkan konsep layanan dalam menghadapi musim cuti libur Lebaran yang cukup panjang.

Februari 27, 2026 - 11:30
Hadapi Peak Season Lebaran, DLU Pastikan Maksimalkan Pelayanan

SURABAYA Perusahaan angkutan pelayaran PT Dharma Lautan Utama (DLU) telah mematangkan konsep layanan dalam menghadapi musim cuti libur Lebaran yang cukup panjang.

Selama masa peak season ini, PT Dharma Lautan Utama telah mempersiapkan berbagai langkah strategis.

Diketahui, berdasarkan SKB 3 Menteri tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026, libur Nyepi dan Lebaran 2026 berdekatan.

Masyarakat dapat menikmati libur panjang mulai 18-27 Maret 2026. Rinciannya, Rabu, 18 Maret 2026, ada jadwal cuti bersama Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1948).

Kamis, 19 Maret 2026, libur Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1948). Jumat, 20 Maret 2026, cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kemudian, pada Sabtu dan Minggu 21-22 Maret 2026, libur Idul Fitri 1447 Hijriah. Senin, 23 Maret 2026, ada cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah. Selasa, 24 Maret 2026, cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah.

Pemerintah juga menetapkan kebijakan work from anywhere selama lima hari pada tanggal 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026.

Hal ini membuat masyarakat lebih leluasa untuk menentukan jadwal bepergian, sehingga diharapkan penyebaran muatan juga lebih merata, tidak menumpuk pada saat tertentu.

Direktur Utama PT DLU Erwin H Poedjono mengatakan, dalam menyambut angkutan Lebaran 2025, DLU telah mempersiapkan armada serta rapat koordinasi khusus lebih awal pada 3 Desember 2025 kemarin.

Rapat ini mempersiapkan sumber daya manusia, armada, penentuan jadwal, layanan kepada pelanggan, serta memastikan aspek keselamatan pelayaran.

"Kami lakukan lebih awal dengan harapan dapat mempersiapkan lebih baik sehingga layanan yang kami berikan pada masyarakat lebih maksimal," ungkap Direktur Utama DLU Erwin H Poedjono saat acara buka bersama mitra dan agen sh Hotel Santika Premiere Surabaya, Kamis (26/2/2026).

Bambang-Haryo-Soekartono.jpg

Pada angkutan Lebaran 2026, DLU menyiapkan 49 armada dengan rincian 23 armada lintas penyeberangan, 23 armada lintas jarak jauh, dan 3 armada lintas keperintisan.

"Total kapasitas angkut penumpang pada lintas jarak jauh sebesar 156.232 orang pada H-30 dan pada hari H hingga H plus sejumlah 159.592 pax," tandasnya.

Erwin menambahkan, DLU  juga menjamin kesesuaian termasuk sarana layanan keselamatan.

Antara lain dengan melaksanakan pengedokan bagi kapal-kapal yang telah jatuh tempo pengedokannya, melakukan inspeksi rutin terhadap kondisi armada guna memastikan unit armada layak laut, memastikan alat-alat keselamatan berfungsi secara baik, membekali seluruh ABK atau kru dengan rangkaian kegiatan pelatihan, serta melakukan simulasi dalam menghadapi kondisi berbahaya.

"Kami juga menambahkan fasilitas-fasilitas umum yang dibutuhkan pelanggan pada saat menjelang Lebaran," ucap Erwin.

Penambahan fasilitas itu meliputi toilet, kilang, dan beberapa ruangan.

Sementara dari sisi penjadwalan, DLU sudah menjadwalkan operasional kapal akan berlangsung hingga hari H Lebaran Idul Fitri. Mulai saat arus mudik hingga arus balik, serta layanan angkutan logistik.

Seluruh informasi jadwal tersebut bisa diakses melalui aplikasi DLU Ferry atau melalui website resmi DLU.

Sedangkan dalam rangka meningkatkan penjualan tiket penumpang maupun kendaraan, DLU seperti pada tahun lalu juga membuka fasilitas  penjualan tiket tambahan.

"Kami berharap pelanggan akan mendapatkan manfaat dengan dua lokasi penjualan tiket di wilayah Tanjung Perak. Kami juga menyiapkan area parkir tambahan, mengingat saat ini kendaraan sudah tidak diperbolehkan lagi untuk parkir di pinggir jalan," imbaunya.

Konsep pelayanan DLU sebagaimana motto We Serve The Nation, Erwin menyatakan kesiapan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat termasuk pada masa angkutan Lebaran 2026.

Percepatan Angkutan Logistik 

Sementara terkait angkutan logistik, Erwin mengimbau agar perusahaan dapat mengirim barang lebih awal.

Karena, Kementerian Perhubungan menetapkan pembatasan operasional kendaraan logistik angkutan barang maupun kebutuhan pokok saat libur Lebaran.

"Pada saat ini, untuk jenis kendaraan sumbu tiga ke atas, sehingga untuk jenis truk sedang dan truk besar, masih diizinkan beroperasi walaupun tidak memuat kebutuhan pokok sekalipun," katanya.

Ia meminta para agen tidak perlu khawatir atas kebijakan ini. Karena DLU telah melakukan perencanaan sebaik mungkin dengan memasang imbauan pengiriman barang lebih awal dari luar Jawa maupun sebaliknya.

Pada kesempatan yang sama, Penasehat Utama sekaligus Owner DLU Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengatakan, bahwa semestinya logistik tidak boleh terhambat selama libur Lebaran. Terutama jika itu adalah bahan makanan. Ia berharap pemerintah membuat kebijakan alternatif agar logistik tetap lancar.

"Dengan cara apa? Ya, tentu seperti kalau misalnya di Trans Jawa ada beberapa jalur. Utara, tengah, dan selatan. Yang di selatan ini tidak pernah digunakan, ini seyogianya truk-truk sumbu tiga karena ini juga menunjang daripada industri di Indonesia. Kalau pangan tentu tidak boleh dihambat, tidak boleh dihentikan," kata Bambang Haryo yang juga merupakan anggota Komisi VII DPR RI.

Pemerintah, lanjutnya, bisa mengatur jalur truk besar, kecil, tronton, dan jalur angkutan publik. Seperti di China yang diketahui langganan kemacetan, tidak menghentikan logistik.

"Seyogianya menurut saya tidak berhenti, walaupun dari sisi transportasi banyak sekali yang tidak menggunakan sumbu tiga, tetap saja jangan sampai logistik ini dihambat," ucap BHS. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow