Gus Fawait Targetkan Verifikasi Data Kemiskinan di Jember Tuntas dalam Sepekan
Bupati Jember, Muhammad Fawait yang akrab disapa Gus Fawait, mengambil langkah progresif dalam menangani isu kemiskinan di wilayahnya.
JEMBER - Bupati Jember, Muhammad Fawait yang akrab disapa Gus Fawait, mengambil langkah progresif dalam menangani isu kemiskinan di wilayahnya.
Melalui instruksi khusus, ia mengerahkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jember untuk terjun langsung melakukan verifikasi faktual (verval) data warga miskin berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Langkah "jemput bola" ini diambil guna memastikan bahwa intervensi pemerintah di masa depan tepat sasaran dan didasarkan pada realitas lapangan, bukan sekadar angka di atas kertas.
Gus Fawait menargetkan pemutakhiran data ini selesai 100% dalam waktu satu pekan ke depan, jauh lebih cepat dari tenggat waktu nasional pada 30 April 2025.
Pelibatan ASN dalam proses verifikasi ini bukan tanpa alasan. Pemkab Jember memandang bahwa validasi data adalah fondasi utama agar bantuan sosial dan kebijakan ekonomi tidak meleset.
Sehingga Gus Fawait memerintahkan sinergi lintas sektoral yang melibatkan Dinas Sosial (Dinsos), Dispendukcapil, Camat, Kepala Desa, hingga Ketua RT/RW.
"Kita ingin memastikan kondisi riil kemiskinan di Jember tertangani dengan data yang benar. ASN kita libatkan agar proses verifikasi ini memiliki akuntabilitas yang tinggi dan pengawasan yang lebih ketat," tegasnya dalam diskusi di kanal aduan warga 'Wadul Gus’e 24 Jam', Minggu (19/4).
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Jember, Taufiqul Hayat, menjelaskan bahwa DTSEN merupakan integrasi dari tiga sumber data besar.
Ketiga data besar tersebut adalah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), dan Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
"Dari integrasi tersebut, Jember kini mengantongi sekitar 117.388 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menjadi objek verifikasi. Angka ini jauh lebih ramping dibandingkan data DTKS sebelumnya yang mencapai lebih dari satu juta jiwa," jelas Taufik.
Dengan penyaringan ulang ini diharapkan dapat mengeliminasi data ganda atau penerima yang sudah tidak layak mendapatkan bantuan.
Gus Fawait meminta seluruh tim untuk mempercepat ritme kerja agar target tuntas dalam tujuh hari ke depan dapat tercapai.
Menurutnya terdapat tiga poin utama yang ditekankan Pemkab Jember dalam operasi verval ini responsif, solutif dan ekseskutif.
"Setiap aduan warga dibacakan dan didengar langsung oleh pimpinan dan setiap temuan di lapangan segera ditindaklanjuti oleh tim teknis terkait serta fokus pada penyelesaian masalah secara nyata, bukan sekadar wacana administratif," ungkap Gus Fawait.
Langkah berani ini diharapkan menjadi titik balik bagi Kabupaten Jember dalam mengentaskan kemiskinan secara sistematis dan berbasis data yang valid, sekaligus membuktikan komitmen pemerintah daerah dalam melayani masyarakat secara transparan dan cepat. (*)
Apa Reaksi Anda?