Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Huntap untuk Korban Tanah Gerak Tegal Segera Dibangun
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak tanah gerak di Kabupaten Tegal terus dipersiapkan untuk memberi kepastian tempat tinggal.
TEGAL - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan warga terdampak bencana tanah gerak di Kabupaten Tegal akan mendapatkan kepastian tempat tinggal melalui pembangunan hunian tetap (huntap) yang saat ini sedang dipersiapkan pemerintah.
Kepastian tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat mengunjungi hunian sementara (huntara) di Desa Capar, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Rabu (27/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia merayakan Iduladha 1447 Hijriah bersama warga terdampak bencana sekaligus meninjau langsung kondisi hunian sementara.
Selain menyerahkan sapi kurban berbobot 906 kilogram, Ahmad Luthfi juga berkeliling memantau kondisi huntara dan berdialog langsung dengan warga.
"Kami lakukan pengecekan dari huntara ini untuk memastikan tidak ada keluhan masyarakat. Dari mulai rumah mereka yang sebelumnya, sekarang sudah dipindahkan ke sini. Mereka sudah nyaman," ujar Ahmad Luthfi usai meninjau lokasi.
Menurutnya, kondisi huntara yang saat ini ditempati warga terlihat bersih, tertata, dan cukup layak untuk dihuni. Sejumlah fasilitas pendukung juga dinilai memadai. Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi turut membagikan alat tulis dan mainan kepada anak-anak serta melayani warga yang ingin berfoto bersama.
Huntara di Desa Capar saat ini ditempati warga terdampak bencana tanah gerak Desa Padasari yang terjadi pada Februari 2026. Bencana tersebut mengakibatkan sekitar 900 rumah warga mengalami kerusakan.
Sebagai bagian dari upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Tegal dan pemerintah pusat membangun huntara berbentuk rumah modular di atas lahan bengkok Desa Capar seluas 47 ribu meter persegi.
Pada tahap pertama, sebanyak 456 unit huntara telah selesai dibangun. Berbagai fasilitas pendukung juga telah tersedia, seperti jaringan listrik, air bersih, masjid, lapangan olahraga, balai warga, pos kesehatan, taman bermain anak, tempat pembuangan sampah, toilet umum, toilet di setiap unit, hingga dapur keluarga.
"Nanti kekurangannya akan ditambah. Bupati Tegal sudah menyiapkan lahan. Artinya, negara hadir dalam penanganan bencana alam," katanya.
Ahmad Luthfi juga memastikan proses pembangunan hunian tetap terus dipersiapkan. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Tegal masih mematangkan penyediaan lahan untuk pembangunan huntap.
"Huntap nanti setelah huntara. Sekarang sedang disiapkan lahannya. Kalau sudah huntap, hak milik rumah dan tanah akan menjadi milik warga," jelasnya.
Kedatangan Ahmad Luthfi disambut antusias masyarakat. Salah satunya Wasitoh, penghuni huntara blok H5.1, yang mengaku terkejut saat gubernur datang ke tempat tinggalnya.
Wasitoh yang tinggal bersama suaminya, Syafi'i, mengaku bersyukur karena kini memiliki tempat tinggal sementara yang nyaman dengan fasilitas yang cukup memadai. Ia juga masih dapat melanjutkan usaha kecil yang sebelumnya dijalankan di kampung asalnya.
"Bersyukur sekali. Terima kasih kepada pemerintah karena sudah diberikan semua fasilitas ini," ujarnya.
Harapan agar hunian tetap segera dibangun juga disampaikan warga lainnya, Rifai. Menurut dia, kehadiran gubernur memberi keyakinan bahwa pemerintah serius menangani warga terdampak bencana.
"Harapannya segera ditangani masalah huntap agar warga lebih tenang. Kalau masih di sini, masih ada pikiran untuk ke depannya seperti apa," katanya. (*)
Apa Reaksi Anda?