Grebeg Syawal 2026: Keraton Yogyakarta Pastikan Tak Ada Lagi Gajah dalam Kirab
Keraton Yogyakarta resmi meniadakan partisipasi gajah dalam kirab Grebeg Syawal 2026 (Dal 1959). Kebijakan ini mengikuti edaran Kementerian Kehutanan terkait konservasi.
YOGYAKARTA Ada yang berbeda dalam pelaksanaan Grebeg Syawal 2026 atau Garebeg Sawal Dal 1959 di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat tahun ini. Pihak Keraton memastikan bahwa gajah tidak akan lagi dihadirkan dalam iring-iringan kirab gunungan maupun pareden.
Penghageng II Kawedanan Kaprajuritan sekaligus Manggala Prajurit Keraton Yogyakarta, KPH Notonegoro, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk menyelaraskan langkah dengan kebijakan pemerintah pusat. Hal ini merujuk pada Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2025 dari Direktorat Jenderal KSDAE Kementerian Kehutanan RI mengenai penghentian peragaan gajah tunggang di lembaga konservasi.
"Mulai Garebeg Sawal Dal 1959 kali ini, gajah tidak akan berpartisipasi dalam iring-iringan atau kirab gunungan dan pareden," ungkap KPH Notonegoro dalam keterangannya di Yogyakarta, Jumat (13/3/2026).
Jadwal dan Rangkaian Hajad Dalem
Grebeg Syawal sendiri merupakan bagian dari rangkaian Hajad Dalem untuk merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah. Puncak prosesi dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 20 Maret 2026.
Rangkaian acara akan dimulai sejak pagi hari mulai 06.30 WIB, persiapan bregada prajurit di Kompleks Kamandhungan Kidul. Pukul 09.00 WIB, iring-iringan prajurit dan gunungan mulai menuruni Siti Hinggil menuju Pagelaran Keraton.
Sebelum menuju hari puncak, Keraton juga menggelar prosesi Numplak Wajik sebagai simbol dimulainya pembuatan gunungan. Penghageng II Kawedanan Reksa Suyasa, KRT Kusumonegoro, menyebutkan prosesi ini akan dilaksanakan di Panti Pareden, Kompleks Magangan, pada Selasa, 17 Maret 2026 selepas asar.
"Bagi yang ingin hadir menyaksikan langsung, sumonggo, namun dimohon tetap menjaga ketertiban," pesan KRT Kusumonegoro kepada masyarakat.
Larangan Drone dan Imbauan Ketertiban
Demi kekhidmatan dan kelancaran acara, Keraton Yogyakarta memberikan beberapa imbauan tegas bagi wisatawan maupun warga yang hadir. Masyarakat diminta memberikan ruang bagi iring-iringan bregada prajurit dan gunungan sebelum nantinya dibagikan. Dilarang menerbangkan drone atau pesawat tanpa awak di kawasan Keraton hingga ketinggian 150 meter dari permukaan tanah selama prosesi berlangsung.
Langkah ini diambil guna memastikan seluruh rangkaian peringatan Idul Fitri dan Garebeg Sawal dapat berjalan aman, tertib, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi meskipun tanpa kehadiran gajah seperti tahun-tahun sebelumnya. (*)
Apa Reaksi Anda?