Gelar Ramadan Fest Pertama, Masjid Agung Bandung Ajak Warga Ramaikan Ibadah dan UMKM

Masjid Agung Kota Bandung gelar “Ramadan Fest” 6–15 Maret 2026, rangkaian kegiatan Ramadan kolaboratif: bazar UMKM, tausiah, ngabuburit kecamatan, buka puasa bersama, dan atraksi edukatif.

Februari 19, 2026 - 14:59
Gelar Ramadan Fest Pertama, Masjid Agung Bandung Ajak Warga Ramaikan Ibadah dan UMKM

BANDUNG Masjid Agung Kota Bandung menyiapkan rangkaian kegiatan Ramadan 1447 H yang lebih terbuka dan kolaboratif melalui program bertajuk “Ramadan Fest”. Program ini dirancang sebagai upaya memperkuat keterlibatan masyarakat sekaligus menghadirkan suasana ibadah yang hangat dan inklusif selama bulan suci.

Ketua Nazhir Masjid Agung Kota Bandung Roedy Wiranatakusumah, S.H., M.H., MBA, mengatakan Ramadan Fest akan digelar pada 6–15 Maret. Kegiatan ini menjadi pilot project yang diharapkan dapat menjadi contoh penyelenggaraan program Ramadan di masjid-masjid agung lainnya di wilayah Bandung.

“Ramadan Fest ini kami rancang untuk melibatkan masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta agar dapat berpartisipasi aktif. Kami ingin Ramadan terasa lebih hidup dan memberi ruang bagi berbagai kegiatan positif,” ujar Roedy dalam wawancara, Senin (18/02/2026)

Menurut dia, program ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan upaya memperkuat peran masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan ekonomi umat. Selama pelaksanaan Ramadan Fest, Masjid Agung Bandung akan menghadirkan berbagai kegiatan yang menyasar berbagai kelompok usia.

Sejumlah agenda yang disiapkan antara lain bazar UMKM, kegiatan menggambar untuk anak-anak, tausiah di ruang terbuka, hingga pertunjukan musik bernuansa Ramadan. Kegiatan ini akan berlangsung di area dalam dan luar masjid, termasuk di selasar dan halaman yang menjadi ruang interaksi masyarakat.

Roedy menuturkan, keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu fokus utama. Pihak masjid bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bandung untuk memberikan pembinaan kepada para pelaku UMKM yang berpartisipasi. Diperkirakan sekitar 20–30 UMKM akan hadir meramaikan kegiatan tersebut.

“Kami ingin Ramadan Fest juga menjadi ruang penguatan ekonomi umat. UMKM bisa memanfaatkan momentum ini untuk berkembang, sekaligus berinteraksi dengan masyarakat,” kata dia.

Masjid Agung Bandung juga menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bandung. Selama Ramadan, setiap kecamatan di Kota Bandung dijadwalkan secara bergiliran menggelar kegiatan ngabuburit di kawasan masjid. Dengan demikian, partisipasi warga diharapkan semakin luas.

Setiap hari, masjid juga menyiapkan kegiatan buka puasa bersama bagi sekitar seribu orang. Roedy menegaskan, kegiatan ini terbuka bagi siapa pun yang hadir, tanpa memandang latar belakang. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat.

“Kami ingin masjid menjadi ruang yang ramah bagi semua. Siapa pun yang datang dapat merasakan kebersamaan saat berbuka puasa dan mengikuti kegiatan Ramadan,” ujarnya.

Selain kegiatan keagamaan dan sosial, Ramadan Fest juga akan menghadirkan atraksi edukatif. Salah satunya adalah kegiatan pembersihan dua menara Masjid Agung Bandung oleh tim Vertical Rescue. Kegiatan ini diharapkan menjadi tontonan edukatif bagi masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya perawatan ikon masjid.

Roedy menambahkan, panitia menargetkan kehadiran 3.000–4.000 pengunjung setiap hari selama Ramadan Fest berlangsung. Target tersebut dinilai realistis mengingat antusiasme masyarakat terhadap kegiatan Ramadan di pusat kota.

Ia berharap Ramadan Fest dapat menjadi momentum memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta dalam memakmurkan masjid. Pihaknya juga membuka peluang kerja sama bagi berbagai pihak yang ingin terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Masjid Agung Bandung terbuka untuk kolaborasi. Kami berharap seluruh warga Kota Bandung dapat ikut meramaikan dan memaknai Ramadan dengan kegiatan yang bermanfaat,” kata Roedy.

"Dengan konsep yang lebih partisipatif, Ramadan Fest diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga model pengelolaan kegiatan Ramadan yang mampu memperkuat fungsi masjid sebagai pusat peradaban dan kebersamaan di tengah masyarakat," tutupnya.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow