Gejolak Sumur Minyak Gandu Blora Disebut Dipicu Operasional yang Terhenti

Kades Gandu Blora angkat bicara soal polemik sumur minyak MCN dan MGB, termasuk isu legalitas hingga dugaan penghadangan truk sampel minyak warga.

Mei 13, 2026 - 08:31
Gejolak Sumur Minyak Gandu Blora Disebut Dipicu Operasional yang Terhenti

BLORA - Kepala Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Iwan Sucipto, akhirnya memberikan tanggapan terkait polemik aktivitas sumur minyak di wilayahnya yang melibatkan dua badan usaha, yakni Mataram Connection Nusantara (MCN) dan Minyak Gandu Blora (MGB).

Iwan mengaku tidak memahami secara rinci mengenai legalitas maupun perizinan yang dimiliki masing-masing pihak. Namun, sejauh yang diketahuinya, hanya nama MCN yang selama ini dikenalnya dalam aktivitas pengelolaan sumur minyak tersebut.

"Kalau saya tidak tau detail perizinan yang telah dikantongi beliau. Setau saya hanya ada Mataram Connection," ujar Iwan, Selasa (12/05/2026).

Menurutnya, persoalan legalitas dan izin operasional sebaiknya dijelaskan oleh instansi terkait yang memiliki kewenangan, seperti DPMPTSP maupun ESDM Kabupaten Blora.

"Kalau saya memberikan izin, itu kan bukan tugas saya. Kalau ada rekomendasi langsung dari Bupati atau Gubernur menjelaskan legalitas itu kepada masyarakat. Pasti tidak timbul gejolak," ungkapnya.

Ia juga menilai keresahan yang terjadi di tengah masyarakat dipicu oleh terhentinya aktivitas operasional sumur minyak yang hingga kini belum diketahui kapan akan kembali berjalan.

"Saya tidak ikut campur terkait paguyuban. Semua di serahkan ke paguyuban," katanya.

Terkait adanya dugaan penghadangan warga terhadap pengiriman sampel minyak, Iwan membantah dirinya memberikan arahan ataupun instruksi kepada masyarakat.

Ia menyebut saat kejadian dirinya sedang berada di Jakarta untuk menghadiri kegiatan lain.

"Informasi yang saya terima, tidak ada penghadangan, tapi masyarakat berkumpul di lapangan voli. Sementara truk itu masih di lokasi sumur, dan belum turun," terangnya.

"Jadi tidak ada penghadangan, yang ada masyarakat di lapangan voli, menonton voli. Sementara truk tidak berani turun," sambung Iwan.

Sebelumnya, pelaku usaha minyak mentah dari MGB, Suyono, mengaku mengalami hambatan dari warga ketika hendak mengirim sampel minyak ke Pertamina.

Meski demikian, ia menegaskan pihaknya telah mengantongi izin dan siap membuktikan legalitas usaha yang dimiliki apabila diperlukan. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow