Florida Gugat OpenAI dan Sam Altman, Soroti Risiko AI bagi Anak

Florida menggugat OpenAI dan Sam Altman terkait dugaan risiko ChatGPT bagi anak-anak. Kasus ini membuka babak baru regulasi AI di AS.

Juni 2, 2026 - 12:31
Florida Gugat OpenAI dan Sam Altman, Soroti Risiko AI bagi Anak

JAKARTA - Di tengah pesatnya adopsi kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor, perdebatan mengenai keamanan teknologi tersebut kembali mengemuka. Kali ini, Negara Bagian Florida mengambil langkah hukum yang berpotensi menjadi preseden penting dalam pengawasan industri AI di Amerika Serikat.

Pemerintah Florida secara resmi mengajukan gugatan perdata terhadap OpenAI dan CEO-nya, Sam Altman, atas tuduhan membahayakan anak-anak melalui penggunaan ChatGPT serta memberikan informasi yang dianggap menyesatkan kepada orang tua terkait tingkat keamanan platform tersebut.

Jaksa Agung Florida, James Uthmeier, mengumumkan gugatan tersebut dalam konferensi pers pada Senin. Menurutnya, pemerintah negara bagian menilai perusahaan pengembang AI tersebut telah gagal memberikan perlindungan yang memadai bagi pengguna usia muda.

“Hari ini kami mengumumkan gugatan perdata monumental terhadap Sam Altman dan ChatGPT karena membahayakan anak-anak serta menipu orang tua dengan meyakinkan bahwa aplikasi ini aman digunakan,” kata Uthmeier.

Tuntutan Penguatan Perlindungan Anak

Dalam gugatan tersebut, Florida meminta agar OpenAI bertanggung jawab secara finansial atas dugaan kerugian yang ditimbulkan. Selain itu, pemerintah negara bagian juga mendesak adanya perubahan sistem pada ChatGPT, termasuk penerapan kontrol orang tua (parental control) yang lebih kuat untuk membatasi akses dan penggunaan oleh anak-anak.

Langkah hukum ini menjadikan Florida sebagai negara bagian pertama di Amerika Serikat yang secara resmi menggugat OpenAI terkait isu keselamatan anak dalam penggunaan teknologi AI generatif.

Menurut Uthmeier, regulasi yang lebih ketat diperlukan karena perkembangan teknologi AI berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan kebijakan perlindungan pengguna yang ada saat ini.

Tuduhan Mengabaikan Peringatan Keselamatan

Dalam pernyataan terpisah, kantor Jaksa Agung Florida menuduh OpenAI lebih mengutamakan kepentingan komersial dibandingkan aspek keselamatan pengguna.

Gugatan tersebut menyebut perusahaan mengabaikan berbagai peringatan dari pakar internal maupun eksternal sebelum meluncurkan produknya secara luas ke publik. Florida juga menuding ChatGPT memiliki potensi mendorong perilaku berbahaya, termasuk tindakan menyakiti diri sendiri dan bentuk kekerasan tertentu, sementara perusahaan tetap mengklaim produknya aman digunakan.

Kasus ini mencerminkan meningkatnya tekanan terhadap perusahaan teknologi AI untuk membuktikan bahwa inovasi yang mereka kembangkan tidak menimbulkan risiko sosial yang lebih besar, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan remaja.

Regulasi AI Semakin Menjadi Sorotan

Gugatan Florida muncul di tengah meningkatnya perhatian pemerintah terhadap dampak kecerdasan buatan. Selain proses hukum terhadap OpenAI, Florida juga melanjutkan penyelidikan yang dimulai pada April lalu terkait insiden penembakan di Florida State University pada 2025.

Penyelidikan tersebut menyoroti dugaan penggunaan teknologi AI oleh pelaku sebelum melakukan aksi kekerasan. Meski hubungan langsung antara AI dan tindakan kriminal masih menjadi bahan kajian, kasus tersebut memperkuat dorongan bagi pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap teknologi generatif.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa industri AI kini memasuki fase baru, yakni bukan hanya kompetisi inovasi dan investasi, tetapi juga pengujian terhadap tanggung jawab perusahaan dalam melindungi pengguna. Gugatan Florida terhadap OpenAI berpotensi menjadi salah satu kasus penting yang akan memengaruhi arah regulasi AI di Amerika Serikat pada masa mendatang. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow