FIKES UB Gelar Pelatihan Dasar Bagi Perawat untuk Tingkatkan Kompetensi Lulusan
Fakultas ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya Malang menggelar pelatihan melalui Badan BPK Basic Training Cardiac Live Sport (BTCL) bekerja sama dengan Himpunan Perawat Gawat Darurat
MALANG - Fakultas ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya Malang menggelar pelatihan melalui Badan BPK Basic Training Cardiac Live Sport (BTCL) bekerja sama dengan Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI ) dan Universitas NP Hisyam untuk meningkatkan kompetensi dan skil calon perawat baru setelah lulus kuliah.
Dr. Nia Novita Wirawan, MSc.Wakil Dekan Bidang Kemasiswaan, Alumni dan Kewirausahaan Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya Malang mengatakan, Kegiatan dengan FIKES UB melalui Badan BPK Basic Training Cardiac Live Sport (BTCL) bekerja sama dengan HIPGABI, PPNI dan Universitas NP Hisyam.
Tujuan pelatihan kepada membekali peserta mahasiswa profesi perawat saat terjun ke lapangan banyak menghadapi kasus-kasus kejadian kegawat daruratan khususnya terkait dengan Cardiac atau serangan jantung .
"Bagi tenaga kesehatan khusunya perawat bisa diperlukan untuk melakukan tata laksana secara cepat dan tepat untuk menghindari resiko teejadi kecacatan dan kematian bisa diminimalisir," ungkapnya.
Dalam kegiatan ini dilakukan dua metode untuk teori dilakukan secara luring sedangkan praktiknya dilakukan secara offline.
Tantangan bagi profesi perawat adalah teknologi atau medsos untuk selalu memperhatikan nilai -nilai dan budaya kepekaan bagi perawat dan menjaga ketahanan mental selalu dijaga.
"Sikap sikap profesional sesuai kode etik harus selalu ditekankan untuk memastikan lulusan kita dan mengedepankan empatik," pungkasnya.
Toni Suahrsono, Staf FIKES UB menjelaskan, tujuan Pelatihan basic trauma dan cardiac live sport adalah pelatihan dasar untuk pertolongan pada kasus trauma dan harus dipunyai perawat lulusan baru. Kemampuan ini harus dimiliki bagi perawat baru dan wajib perawat baru karena Sertifikat hasil dari pelatihan ini akan digunakan oleh perawat baru sertifikat untuk meregstrisakan diri bahwa saya sudah lulus sebagai perawat.
"Salah satu prasyarat selain uji kompetensi adalah mempunyai sertifikat pelatihan basic trauma cardiac Live suport jadi ini adalah bentuk tanggung jawab kami sebagai institusi untuk membekali mahasiswa sebagai modal awal menjadi perawat profesional," tegasnya.
Dalam pelatihan ini materi dasarnya jadi pelatihan sudah terekoknisi oleh kementerian Kesehatan ada 55 jam pelajaran termasuk materi pertemuan dan praktik.
Materi praktik mulai dari bantuan hidup dasar untuk orang henti jantung kepada anak-anak , bayi dan dewasa, bagaimana membebaskan jalan nafas dan memberikan pernafasan, kemudahan memberikan pertolongan awal kepada pasien kecelakaan, materi memilah pasien, pertolongan lanjutan pasien henti jantung .
Pelatihan akan dilaksanakan selama enam hari tiga hari secara daring untuk teori dan praktek melalui luring dengan peserta 117 pada sesi praktek ada 16 kelompok dengan 8 mahasiswa perkelompok difasilitasi satu instruktur dan peralatan yang memadai.
Harapannya, paling tidak mahasiswa bisa memberikan pertolongan dasar pada kasus henti jantung atau trauma sebagai bekal perawat baru mampu memberikan pertolongan dasar.
Dian Rahmadinatar Fasilitator Pelatihan Basic Training Cardiac Live sport menambahkan , bahwa pelatihan ini untuk mensikronisasi antara teori yang sudah diperoleh di bangku kuliah dengan skil waktu yang singkat harus dipahami dengan kompetensi yang harus diketahui.
"Dengan waktu yang singkat melalui online full-time mulai pukul 07.00 sampai sore hari selama tiga hari, praktinya juga sama dan sehari ada lima putaran skil," ungkapnya. (*)
Apa Reaksi Anda?