Festival Tabuh Malam Sumbergondo Batu Jadi Ajang Kreativitas dan Kebersamaan Warga
Festival Tabuh Malam 2026 di Desa Sumbergondo, Kota Batu, berlangsung meriah meski diguyur hujan. Sebanyak 23 kelompok dari berbagai RT menampilkan seni patrol untuk menyemarakkan Ramadan dan memperku
BATU Suasana malam di Desa Sumbergondo, Kota Batu, Jawa Timur, terasa semarak saat Festival Tabuh Malam 2026 digelar pada Sabtu (7/3/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 21.00 WIB ini menjadi bagian dari upaya menyemarakkan bulan suci Ramadan melalui kegiatan seni budaya yang melibatkan masyarakat desa.
Festival yang diikuti oleh 23 RT dengan masing-masing satu kelompok peserta yang berisi maksimal 15 anggota ini tetap berlangsung meriah meskipun hujan turun sejak malam hari. Antusiasme warga terlihat dari semangat peserta dan masyarakat yang tetap bertahan mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Pembukaan Festival Tabuh Malam 2026 diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan doa bersama. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Karang Taruna, Kepala Desa Sumbergondo, serta Wakil Wali Kota Batu.
Sebagai tanda resmi dimulainya kegiatan, panitia dan tamu undangan melakukan pemukulan kentongan yang menandai dibukanya festival tersebut.
Kelompok peserta menampilkan atraksi musik patrol dan gerak ritmis pada Festival Tabuh Malam 2026 di Desa Sumbergondo, Kota Batu. (FOTO: Firyanka Mirna Wahita/TIMES Indonesia)
Festival ini diselenggarakan oleh Karang Taruna Vidya Bhakti bersama Pemerintah Desa Sumbergondo, BPD, dan KIM Warta Mertani. Kegiatan ini bertujuan menyemarakkan syiar Ramadan melalui aktivitas yang positif dan bernilai budaya, sekaligus menjadi wadah kreativitas warga desa.
Kepala Desa Sumbergondo, Hadi Purwanto, mengatakan bahwa kegiatan patrol dalam festival tersebut memiliki makna filosofis yang mendalam bagi masyarakat.
“Patrol tidak hanya sebuah hiburan, tapi dari patrol ini mengandung sebuah filosofi yang sangat mendalam. Harmonisasi, suara dari alat musik yang berbeda menghasilkan sebuah irama yang enak didengar. Sinergi dan kolaborasi, gerakan dari masing-masing peserta menggambarkan sebuah keserempakan. Ini adalah simbol guyub-rukun dan gotong royong dari warga Sumbergondo,” ujarnya.
Penampilan salah satu peserta Festival Tabuh Malam 2026 di Desa Sumbergondo, Kota Batu, Sabtu (7/3/2026). Irama patrol memeriahkan malam Ramadan. (FOTO: KIM Warta Mertani/Sumbergondo TV)
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, mengapresiasi semangat masyarakat yang tetap mengikuti kegiatan meskipun hujan turun saat acara berlangsung.
“Ini semangat terus walau hujan, tetapi ini adalah berkah. Pasti pesertanya lebih semangat dan tidak sabar lagi untuk memulai acara ini,” katanya.
Dalam festival ini, penilaian dilakukan secara langsung oleh dewan juri di panggung penampilan. Menariknya, sistem penilaian menggunakan website yang telah disediakan panitia, sehingga hasil nilai dapat dilihat secara langsung melalui layar monitor yang tersedia di lokasi acara.
Panitia juga menyediakan hadiah berupa uang pembinaan bagi para pemenang, yakni Juara I sebesar Rp4.000.000, Juara II Rp3.000.000, Juara III Rp2.500.000, serta Juara Harapan I hingga IV dengan nilai Rp1.750.000 hingga Rp1.000.000.
Festival Tabuh Malam 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan masyarakat selama Ramadan. Selain menjadi ajang pertunjukan seni patrol, kegiatan ini juga mempererat solidaritas antarwilayah serta mendorong kreativitas generasi muda di Desa Sumbergondo.
Meski diguyur hujan, semangat warga tidak surut. Kehadiran puluhan peserta dari berbagai RT menunjukkan bahwa tradisi patrol dan semangat gotong royong masih hidup dan terus dijaga oleh masyarakat desa. (*)
Apa Reaksi Anda?