FAO-UNICEF: 1,4 Juta Warga Gaza Masih Hadapi Krisis Pangan Akut
FAO dan UNICEF melaporkan 1,4 juta warga Gaza masih mengalami kerawanan pangan akut. Puluhan ribu anak terancam malnutrisi dalam setahun ke depan.
Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza masih berada pada level yang mengkhawatirkan. Meski terdapat sedikit perbaikan dibandingkan akhir tahun lalu, sekitar 1,4 juta warga atau 67 persen populasi Gaza masih menghadapi kerawanan pangan akut, menurut laporan terbaru Organisasi PBB untuk Pangan dan Pertanian (FAO) dan Dana Anak-Anak PBB (UNICEF).
Data tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan akhir 2025, ketika sekitar 1,6 juta orang atau 77 persen populasi Gaza mengalami kondisi serupa. Namun, FAO dan UNICEF menegaskan bahwa situasi di lapangan masih sangat kritis, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
Ribuan Warga Masih Berada pada Kondisi Darurat
Dalam pernyataan bersama yang dipublikasikan pada Kamis (23/7/2026), kedua badan PBB itu mengungkapkan sekitar 212.000 orang masih berada dalam kategori Fase 4 Integrated Food Security Phase Classification (IPC) atau kondisi darurat.
Klasifikasi IPC merupakan standar internasional untuk mengukur tingkat kerawanan pangan. Skala tersebut terdiri dari lima fase, di mana Fase 3 hingga Fase 5 menandakan krisis pangan akut, sementara Fase 5 merupakan kondisi kelaparan yang paling parah.
Meski jumlah warga yang terdampak menurun, FAO dan UNICEF menilai situasi belum menunjukkan perubahan yang cukup signifikan untuk mengurangi risiko kemanusiaan di wilayah tersebut.
Anak-anak Terancam Malnutrisi Akut
Laporan itu juga menyoroti ancaman serius terhadap kesehatan anak-anak di Gaza. Diperkirakan sekitar 74.000 anak akan membutuhkan penanganan akibat malnutrisi akut dalam kurun waktu satu tahun mendatang.
Selain itu, sekitar 25.000 ibu hamil dan ibu menyusui diperkirakan memerlukan dukungan nutrisi agar kondisi kesehatan mereka maupun bayi yang dikandung atau disusui tetap terjaga.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak krisis pangan tidak hanya memengaruhi ketersediaan makanan, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan jangka panjang bagi generasi muda di Gaza.
Akses Bantuan Kemanusiaan Masih Terbatas
FAO dan UNICEF menjelaskan bahwa sebagian besar masyarakat yang mengalami kerawanan pangan tinggal di wilayah yang berada di dekat garis kendali militer Israel. Lokasi tersebut membuat akses terhadap bantuan kemanusiaan, layanan kesehatan, serta kebutuhan dasar lainnya masih sangat terbatas.
Keterbatasan distribusi bantuan dinilai menjadi salah satu faktor yang memperlambat upaya pemulihan kondisi pangan masyarakat Gaza.
Meski terdapat sedikit penurunan jumlah warga yang mengalami kerawanan pangan dibandingkan tahun sebelumnya, FAO dan UNICEF menegaskan bahwa kondisi di Jalur Gaza masih memerlukan perhatian serius dari komunitas internasional agar kebutuhan pangan dan layanan gizi bagi masyarakat, khususnya anak-anak, dapat segera terpenuhi.(*)
Apa Reaksi Anda?