Enam Hari Perang Iran, AS Habiskan Rp182 Triliun

Perang melawan Iran menelan biaya sekitar Rp182 triliun bagi AS dalam enam hari pertama. Pemerintah AS disebut akan mengajukan tambahan dana hingga Rp807 triliun.

Maret 12, 2026 - 12:00
Enam Hari Perang Iran, AS Habiskan Rp182 Triliun

JAKARTA Konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran menunjukkan dampak finansial yang sangat besar. Dalam enam hari pertama operasi militer, pemerintah Amerika Serikat diperkirakan telah menghabiskan sedikitnya US$11,3 miliar atau sekitar Rp182 triliun (asumsi kurs Rp16.100 per dolar AS).

Perkiraan tersebut disampaikan pejabat pemerintahan Donald Trump dalam pengarahan tertutup kepada para senator di Kongres pekan ini. Informasi itu diberikan kepada anggota parlemen yang mendesak pemerintah memberikan gambaran lebih jelas mengenai biaya dan arah konflik.

Meski demikian, angka tersebut belum mencerminkan seluruh biaya perang yang sedang berlangsung.

Kongres Perkirakan Anggaran Perang Akan Bertambah

Sejumlah staf Kongres menyebut Gedung Putih kemungkinan segera mengajukan permintaan tambahan anggaran perang kepada parlemen.

Beberapa pejabat memperkirakan permintaan dana tersebut bisa mencapai US$50 miliar atau sekitar Rp805 triliun. Namun ada pula yang menilai angka tersebut masih terlalu rendah jika konflik berlanjut dalam jangka panjang.

Hingga kini, pemerintah AS belum memberikan estimasi resmi mengenai total biaya perang ataupun berapa lama operasi militer tersebut akan berlangsung.

Dalam pernyataannya saat kunjungan ke Kentucky, Trump menyatakan pihaknya telah memenangkan perang, namun operasi militer akan tetap berlanjut hingga tujuan sepenuhnya tercapai.

Biaya Persenjataan Sangat Besar

Data yang disampaikan kepada anggota Kongres juga menunjukkan bahwa biaya penggunaan amunisi dalam operasi militer sangat tinggi.

Pejabat pemerintahan mengatakan sekitar US$5,6 miliar atau sekitar Rp90 triliun telah digunakan hanya dalam dua hari pertama serangan udara terhadap Iran.

Operasi militer tersebut dimulai pada 28 Februari melalui serangan udara yang melibatkan pasukan AS dan Israel.

Dampak Konflik Meluas ke Kawasan

Konflik tersebut dilaporkan telah menewaskan sekitar 2.000 orang, sebagian besar berasal dari Iran dan Lebanon, seiring meluasnya pertempuran ke wilayah lain di kawasan Timur Tengah.

Selain korban jiwa, perang juga memicu gejolak pasar energi global dan mengganggu jalur transportasi internasional.

Kekhawatiran Stok Senjata AS Menipis

Sejumlah anggota Kongres juga mengkhawatirkan dampak perang terhadap persediaan militer AS.

Mereka menilai konflik berkepanjangan dapat menguras stok persenjataan, terutama ketika industri pertahanan AS sedang kesulitan memenuhi permintaan produksi.

Pekan lalu, Trump juga bertemu dengan para eksekutif dari tujuh perusahaan kontraktor pertahanan untuk membahas upaya pengisian kembali persediaan militer Pentagon.

Di sisi lain, sejumlah legislator dari Partai Demokrat mendesak pemerintah memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait strategi perang, durasi konflik, serta rencana Washington terhadap Iran setelah pertempuran berakhir. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow