BGN Tutup Pendaftaran Mitra Program MBG, Waspadai Modus Jual Beli Titik Layanan

Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menutup pendaftaran mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Waspadai modus jual beli titik SPPG dan penipuan pembangunan dapur.

Maret 6, 2026 - 20:30
BGN Tutup Pendaftaran Mitra Program MBG, Waspadai Modus Jual Beli Titik Layanan

JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi mengumumkan penutupan pendaftaran kemitraan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seiring dengan penutupan ini, masyarakat diminta waspada terhadap oknum yang menawarkan "jual beli titik" Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan imbalan sejumlah uang.

Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, menegaskan bahwa sistem pendaftaran kini telah terkunci. Ia memperingatkan siapa pun agar tidak tergiur tawaran oknum yang mengklaim masih bisa mendaftarkan mitra baru.

"Sekarang sistemnya sudah ditutup, oleh karena itu, waspadai orang-orang yang bilang masih bisa daftar karena bisa kita drop langsung. Saya pernah menerima video orang yang menyebarkan informasi titik jual beli itu Rp200 juta. Jadi saya lihat langsung ID-nya berapa, drop (turunkan) biar orang yang sudah membayar rugi," ujar Sony dalam sebuah siniar di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Tindakan Tegas: Blokir Sistem dan Pembatalan Verifikasi

Sony meminta masyarakat yang menemui praktik pungutan liar atau tawaran jual beli titik segera melapor ke BGN dengan bukti pendukung. Jika terbukti sebuah titik SPPG didapatkan melalui transaksi ilegal, BGN tidak segan untuk menghapusnya dari sistem.

"Laporkan orang yang meminta uang tersebut. Ketika saya sudah mendapatkan bukti dan dokumen pendukung bahwa ternyata titik SPPG ini hasil jual beli, ya saya turunkan," tegasnya.

Setiap titik yang dibatalkan secara otomatis tidak akan diverifikasi, dan calon mitra tersebut akan diblokir secara permanen dari portal resmi mitra.bgn.go.id.

Bongkar Modus "Pura-Pura Tertipu"

Selain jual beli titik, BGN juga mengendus adanya modus baru di mana oknum calon mitra berpura-pura menjadi korban penipuan saat membangun dapur MBG. Tujuannya adalah untuk mendapatkan simpati agar segera diverifikasi oleh pemerintah.

Sony menjelaskan bahwa pihaknya memiliki cara untuk membedakan antara korban asli dan mereka yang hanya bersandiwara.

"Ada modus pura-pura membangun dulu, kemudian pura-pura ditipu gitu ya supaya yakin diverifikasi, tetapi ada juga yang benar-benar kena tipu... Kalau ada (penipunya), laporin dong, saya pengin tahu untuk membedakan modus dan yang benar," tuturnya.

Ia menambahkan, indikasi modus penipuan biasanya terlihat jika calon mitra enggan mengungkap identitas pelaku saat ditanya. Sebaliknya, bagi mereka yang benar-benar tertipu, laporan polisinya sudah diproses karena kerugiannya mencapai minimal Rp100 juta per orang.

Kuota Terpenuhi di Seluruh Indonesia

Hingga saat ini, BGN mencatat sudah ada lebih dari 24.000 SPPG yang berdiri di seluruh Indonesia. Dengan tercapainya angka tersebut, kuota untuk melayani Program MBG saat ini dinyatakan sudah terpenuhi.

"Sony menegaskan saat ini BGN sudah menutup pendaftaran SPPG karena sudah memenuhi kuota untuk melayani Program MBG," pungkasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow