Duta Genre Gresik Diminta Ikut Cegah Pernikahan Usia Dini
Wakil Bupati Gresik mendorong Duta Genre mengampanyekan pencegahan pernikahan dini di tengah masih tingginya persoalan remaja, meski angka dispensasi nikah anak menunjukkan tren penurunan.
GRESIK - Duta Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Gresik, Jawa Timur diminta ikut serta mengampanyekan problem remaja, salah satunya pernikahan usia dini.
Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif dalam grand final Duta Genre Gresik yang digelar di Gedung Nasional Indonesia (GNI), Minggu (12/4/2026).
Wabup Alif menegaskan, angka permohonan dispensasi pernikahan anak di Gresik masih menjadi perhatian serius.
Pada 2023 tercatat sebanyak 211 permohonan, kemudian menurun menjadi 193 pada 2024, dan kembali turun menjadi 170 permohonan pada 2025.
“Meski trennya menurun, ini tetap menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Anak-anak harus kita lindungi agar tidak menikah di usia dini,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen, Pemkab Gresik telah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 23 Tahun 2025 tentang Pencegahan Perkawinan Anak.
Wabup menekankan pentingnya perencanaan hidup bagi remaja agar memiliki masa depan yang lebih baik. Selain itu, ia juga menyoroti persoalan lain yang masih dihadapi generasi muda.
Sepanjang 2025, tercatat sekitar 600 lebih kasus yang ditangani, mulai dari KDRT, pelecehan seksual, persetubuhan, anak berhadapan dengan hukum, hingga trafficking.
“Ini menunjukkan bahwa persoalan remaja masih kompleks. Butuh sinergi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk mengatasinya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Gresik yang juga Bunda Genre Gresik, Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani, menyebut tantangan yang dihadapi remaja saat ini semakin kompleks di tengah perkembangan zaman yang serba cepat.
Ia mengaku bangga terhadap peran Duta Genre yang selama ini aktif memberikan masukan dan terlibat dalam upaya menciptakan lingkungan yang ramah bagi anak dan remaja di Gresik.
“Saya bangga sebagai Bunda Genre, karena anak-anak kita mampu memberikan saran yang konstruktif untuk mendukung lingkungan yang sehat bagi remaja,” tambahnya.
Di sisi lain, Anggota DPRD Gresik Ricke Mayumi menilai penurunan angka dispensasi nikah ini harus terus didorong melalui edukasi sebaya yang dilakukan oleh para Duta Genre.
"Duta Genre memiliki peran strategis untuk merangkul sesama generasi muda agar terhindar dari perilaku negatif seperti pernikahan dini dan penyalahgunaan narkoba," ujarnya.
Politisi Partai Gerindra ini berharap, Genre Gresik menjadi wadah para remaja untuk mewujudkan SDM Gresik unggul dan memiliki daya saing.
"Kami di legislatif sangat mengapresiasi wadah kreativitas seperti ini demi mewujudkan SDM Gresik yang unggul," tutur Ricke.
Hasil Grand Final Duta Genre 2026
Dari 20 finalis yang terpilih, pasangan Serry Satya dan Chandra Ari berhasil dinobatkan sebagai Juara I. Diikuti oleh Shesa Nayla dan Raditya Moreno di posisi Juara II, serta Fahri Zaidan dan Syirilla Syila sebagai Juara III.
Penghargaan kategori lainnya meliputi:
Juara Favorit: Alexandria Azzahra dan Billy Ardo
Juara Advokasi: Adi Bachtiar dan Siti Aisyah
Juara Berbakat: Vito Dwi dan Inggrit Sally (*)
Apa Reaksi Anda?