Dua Event Unggulan Surabaya Masuk KEN 2026, Dongkrak Potensi Wisata Nasional

Sambut HJKS ke-733, Pemkot Surabaya hadirkan Festival Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.

April 27, 2026 - 18:03
Dua Event Unggulan Surabaya Masuk KEN 2026, Dongkrak Potensi Wisata Nasional

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak sekadar menggelar perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 sebagai seremoni tahunan. Tahun ini, Pemkot mendorong transformasi HJKS menjadi ajang penguatan city branding melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari gelaran nasional hingga pemberdayaan ekonomi lokal.

Melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar), konsep besar yang diusung menegaskan posisi Surabaya sebagai kota yang bersatu dalam keberagaman, dengan filosofi ketangguhan layaknya burung Garuda.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudporapar Surabaya, Herry Purwadi menyebutkan, perayaan tahun ini menghadirkan lompatan signifikan. Hal ini ditandai dengan masuknya dua agenda unggulan ke dalam kurasi Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 kementerian terkait.

Dua event HJKS masuk dalam KEN 2026

Dua event tersebut adalah Festival Rujak Uleg: Rujak-Phoria yang akan digelar pada 9 Mei 2026 di Surabaya Expo Center (SUBEC), serta Surabaya Vaganza: Festival of Lights pada Sabtu malam, 16 Mei 2026. Rute parade dimulai dari Jalan Pahlawan hingga Balai Kota, dan direncanakan berlanjut ke kawasan Bambu Runcing dengan panggung utama di Balai Pemuda.

“Masuknya dua event dalam KEN menjadi pengakuan sekaligus peluang besar untuk memperkuat posisi Surabaya sebagai destinasi wisata unggulan,” ujar Herry, Senin (27/4/2026).

Tak berhenti pada penyelenggaraan event, Pemkot Surabaya juga mengintegrasikan berbagai sektor dalam satu ekosistem perayaan. Rangkaian kegiatan meliputi festival budaya, kompetisi olahraga melalui Piala Wali Kota, hingga Surabaya Shopping Festival (SSF) yang bertujuan menggerakkan aktivitas ekonomi di pusat-pusat perdagangan.

“Inovasi lain hadir melalui kolaborasi dengan Bank Jatim, di antaranya program Surabaya Sightseeing and City Tour (SSCT) Traktiran setiap Jumat, serta promo tiket masuk destinasi wisata seharga Rp733 selama akhir pekan dan hari libur sepanjang Mei,” ungkapnya.

Pendekatan kolaboratif ini juga melibatkan pelaku seni, budaya, komunitas lokal, hingga generasi muda. Menurut Herry, ruang partisipasi ini menjadi kunci dalam memperkuat identitas kota sekaligus menjaga relevansi di tengah perubahan tren masyarakat.

Dari sisi ekonomi, perayaan HJKS ke-733 ditargetkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi daerah, terutama pada sektor pariwisata. Dampak lanjutan yang diharapkan mencakup peningkatan okupansi hotel serta lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik.

“Pemkot juga menyediakan ruang khusus bagi UMKM, khususnya dalam event besar seperti Festival Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza, sehingga manfaat ekonomi bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelas Herry.

Untuk memperluas jangkauan promosi, Pemkot Surabaya menggandeng sejumlah mitra strategis seperti Grab, Kereta Api Indonesia (KAI), dan Bluebird Group guna penguatan aksesibilitas wisata.

“Dengan pendekatan yang semakin terintegrasi, kami berharap HJKS tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi berkembang sebagai event berskala internasional yang mampu memperkuat posisi Surabaya dalam peta pariwisata Indonesia,” pungkasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow