Dua Dosen FTUB Menjadi Perwakilan International Workshop di China
dua perwakilan Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) terpilih mengikuti International Workshop on Development and Application of Water Resources and Hydropower Standar
MALANG - Dalam memperkuat kolaborasi global dalam bidang pengembangan sumber daya air dan teknologi pembangkit listrik tenaga air (hydropower) yang berkelanjutan, dua perwakilan Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB), Prof. Dr. Ir. Rini Nur Hasanah, S.T., M.Sc., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng. bersama Ir. Indra Setyawan, S.ST., M.T. terpilih mengikuti International Workshop on Development and Application of Water Resources and Hydropower Standards di Nanjing, China.
Keterlibatan keduanya mencerminkan kontribusi akademisi Indonesia dalam forum internasional yang mempertemukan pakar, peneliti, akademisi, dan praktisi dari berbagai negara untuk membahas perkembangan standar serta implementasi teknologi hydropower modern.
Workshop yang diselenggarakan oleh Ministry of Science and Technology, P.R. China ini dilaksanakan mulai tanggal 12-15 April 2026. Kegiatan ini turut menggandeng Nanjing Hydraulic Research Institute of the Ministry of Water Resources, Ministry of Transport, and National Energy Administration, P.R. China, International Center on Small Hydro Power, National Research Institute for Rural Electrification of the Ministry of Water Resources, P.R. China/Hangzhou Regional Center (Asia-Pacific) for Small Hydro Power, Nanjing Research Institute of Hydrology and Water Conservation Automation of the Ministry of Water Resources, P.R. China, dan WMO Water Science Regional Training Center.
FTUB turut berbangga dan memberikan apresiasinya karena forum bergengsi ini diikuti sejumlah negara undangan, di antaranya Mongolia, Pakistan, Kenya, Malaysia, dan Uzbekistan. Keikutsertaan perwakilan Departemen Teknik Elektro FTUB tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi profesional dan jejaring global di bidang standardisasi teknis, pengelolaan sumber daya air, teknologi tenaga air, serta pembangunan berkelanjutan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai sesi presentasi, diskusi teknis, studi lapangan, hingga kunjungan institusional. Sejumlah topik yang dibahas meliputi standar internasional, pengembangan tenaga air skala kecil yang ramah lingkungan, praktik pengendalian banjir, standardisasi hidrometri, standar geoteknik, pemantauan struktur hidrolik, restorasi ekologi tepian sungai dan danau, serta pengembanganteknologi modern dan standar teknis di bidang sumber daya air.
Prof. Rini menyebut forum tersebut menjadi ruang strategis untuk bertukar pengalaman terkait pengembangan standar hydropower di berbagai negara.
“Forum ini membuka peluang diskusi, kolaborasi riset, sekaligus pengembangan teknologi bersama dengan berbagai negara,” ujarnya.
Selain sesi diskusi, peserta juga mengikuti kunjungan ke sejumlah institusi dan proyek sumber daya air di Tiongkok, seperti International Center on Small Hydro Power, Danau Barat Hangzhou, Stasiun Metrologi Hidrologi Nasional, Nanjing Hydraulic Research Institute, Proyek Pengendalian Air Jiangdu, hingga Museum Kanal Besar Tiongkok. Kegiatan tersebut memberikan pemahaman langsung terkait penerapan teknologi, sistem manajemen, dan standar teknis dalam proyek tenaga air modern.
Pada akhir program, seluruh delegasi mempresentasikan laporan negara yang memuat kondisi, tantangan, dan peluang pengembangan sektor hydropower di masing-masing negara. Dalam sesi tersebut, delegasi Indonesia turut memperkenalkan perspektif nasional sekaligus membuka peluang kerja sama akademik dan teknis dengan peserta internasional lainnya. (*)
Apa Reaksi Anda?