Disambut Pedang Pora, Kombes Pol Danang Resmi Nahkodai Polresta Malang Kota

Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi disambut dengan prosesi tradisi Pedang Pora saat pertama kali memasuki Markas Polresta Malang Kota.

Juli 29, 2026 - 14:31
Disambut Pedang Pora, Kombes Pol Danang Resmi Nahkodai Polresta Malang Kota

MALANG - Tongkat komando Polresta Malang Kota resmi berganti. Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi disambut dengan prosesi tradisi Pedang Pora saat pertama kali memasuki Markas Polresta Malang Kota, Rabu (29/7/2026), sebagai simbol penghormatan sekaligus dimulainya estafet kepemimpinan di jajaran kepolisian setempat.

Prosesi penuh khidmat itu digelar setelah pelaksanaan serah terima jabatan (Sertijab) di Mapolda Jawa Timur. Tradisi Pedang Pora menjadi penanda resmi pergantian pucuk pimpinan sekaligus penghormatan bagi pejabat baru dan pejabat lama yang telah menuntaskan masa pengabdiannya.

Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi dipercaya memimpin Polresta Malang Kota setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Polda Metro Jaya. Sementara posisi Wakapolresta Malang Kota kini diisi AKBP Alex Sandy Siregar yang sebelumnya menjabat Kapolres Lumajang.

Di sisi lain, Kombes Pol Putu Kholis Aryana mendapat promosi sebagai Kapolres Metro Bekasi Kota Polda Metro Jaya setelah menuntaskan masa kepemimpinannya di Polresta Malang Kota dengan sejumlah capaian, mulai dari pengungkapan berbagai kasus kriminal, peningkatan pelayanan publik hingga penguatan sinergi bersama pemerintah daerah dan masyarakat.

Menariknya, pergantian kepemimpinan kali ini memperlihatkan kesinambungan perjalanan karier kedua perwira menengah tersebut. Sebelum menjabat Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang menggantikan posisi yang sebelumnya juga pernah diemban Kombes Pol Putu Kholis Aryana sebagai Wadirreskrimum Polda Metro Jaya. Bahkan, saat memimpin Polres Malang, Danang juga merupakan penerus Putu Kholis.

Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhikin, menjelaskan bahwa mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri yang bertujuan memperkuat kinerja institusi sekaligus menjadi sarana regenerasi kepemimpinan.

“Serah terima jabatan merupakan bagian dari pembinaan karier, regenerasi organisasi, dan penyegaran di lingkungan Polri. Tujuannya adalah menjaga kesinambungan kepemimpinan, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat pelayanan kepolisian kepada masyarakat,” ujar Lukman, Rabu (29/7/2026).

Ia menegaskan, tradisi Pedang Pora dan apel farewell yang digelar bukan sekadar seremoni. Prosesi tersebut memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan kepada pejabat yang datang maupun pejabat yang mengakhiri masa tugasnya, sekaligus menjadi simbol estafet kepemimpinan yang menjunjung tinggi loyalitas, kehormatan, dan pengabdian.

“Melalui prosesi Pedang Pora, seluruh personel memberikan penghormatan kepada pimpinan yang baru sekaligus mengantarkan pejabat lama yang telah menyelesaikan amanahnya. Tradisi ini memperkuat soliditas internal dan meneguhkan komitmen bersama dalam melanjutkan pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya.

Ipda Lukman juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi Kombes Pol Putu Kholis Aryana selama memimpin Polresta Malang Kota. Berbagai keberhasilan dalam menjaga keamanan, mengungkap tindak kriminalitas, hingga memperkuat kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi yang akan diteruskan oleh kepemimpinan baru.

Sementara itu, di hadapan awak media, Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi menegaskan kesiapannya melanjutkan berbagai program yang telah berjalan. Ia berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian melalui penguatan kolaborasi, sinergi, dan soliditas seluruh personel. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow