Dinas Perpusip Ponorogo Gelar Pameran Arsip Foto dan Perpustakaan
Langkah progresif dalam merawat memori kolektif sekaligus memacu literasi masa depan ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Kabupaten Ponor
PONOROGO - Langkah progresif dalam merawat memori kolektif sekaligus memacu literasi masa depan ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Kabupaten Ponorogo, sebuah pameran arsip foto dan perpustakaan resmi dibuka pada Senin (18/5/2026).
Mengusung tema besar "Empowering The Future", eksibisi ini dirancang bukan sekadar sebagai ruang nostalgia visual. Lebih dari itu, pameran ini memproyeksikan arsip daerah dan kekuatan literasi sebagai fondasi utama dalam memberdayakan generasi emas Ponorogo di masa depan.
Ratusan dokumentasi sejarah, foto perkembangan infrastruktur dari masa ke masa, hingga transformasi sosial budaya Bumi Reog dipajang apik, bersanding dengan stan perpustakaan digital dan literasi modern yang interaktif.
Pameran yang berpusat di kompleks Dinas Perpusip Ponorogo ini langsung diserbu oleh ratusan pengunjung sejak pagi hari, mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa, pegiat sejarah, hingga masyarakat umum.
Menyajikan rekam jejak digital dan fisik mengenai dinamika pembangunan, kebudayaan, dan kepemimpinan di Kabupaten Ponorogo dari dekade ke dekade.
Menampilkan transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial, pengenalan platform digital, serta buku-buku referensi mutakhir guna menunjang kecakapan sains dan teknologi.
Melalui perpaduan ini, arsip tidak lagi dipandang sebagai tumpukan kertas usang, melainkan sebagai aset pengetahuan yang esensial untuk memetakan arah pembangunan daerah ke depan.
Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ponorogo, Nurhadi Hanuri, menegaskan bahwa pameran ini merupakan bagian dari strategi makro daerah untuk mengintegrasikan nilai-nilai sejarah dengan tantangan global yang dihadapi generasi muda saat ini.
"Tema Empowering The Future ini sengaja kami pilih karena kami ingin menekankan bahwa masa depan Ponorogo yang kuat harus dibangun di atas fondasi literasi dan pemahaman sejarah yang kokoh. Arsip-arsip foto yang kami pamerkan hari ini adalah bukti otentik perjuangan dan perjalanan peradaban Ponorogo," ujar Nurhadi Hanuri di sela-sela peninjauan stan pameran, Senin (18/5/2026).
Nurhadi juga menambahkan bahwa keterbukaan akses terhadap arsip dan peningkatan fasilitas perpustakaan menjadi kunci dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan inovatif.
"Kami ingin memotivasi generasi muda agar mereka tidak melupakan akar budaya dan sejarahnya. Dengan membaca masa lalu melalui arsip, serta membekali diri melalui literasi perpustakaan, anak-anak muda Ponorogo akan memiliki daya saing global. Inilah esensi dari pemberdayaan masa depan yang sesungguhnya," pungkas Nurhadi Hanuri secara optimistis.
Optimalisasi Literasi Berbasis Inklusi
Selain memamerkan koleksi statis, agenda yang diinisiasi oleh Dinas Perpusip Ponorogo ini juga dimeriahkan dengan berbagai sesi diskusi literasi, edukasi cara merawat dokumen bersejarah bagi masyarakat umum, serta aktivasi keanggotaan perpustakaan digital (e-library).
Melalui gelaran ini, Pemkab Ponorogo berharap kesadaran tertib arsip di tingkat instansi maupun komunitas dapat terus meningkat, sekaligus mentransformasikan perpustakaan sebagai ruang publik yang dinamis, inklusif, dan solutif bagi tantangan zaman.(*)
Apa Reaksi Anda?