Dari Smartphone ke Pasar Modal, 344 Pelajar Tasikmalaya Diajak Mengenal Dunia Investasi

Edukasi pasar modal lewat “KSPM Goes To School 2026” kenalkan investasi saham pada 344 pelajar Tasikmalaya dengan simulasi IDX Mobile untuk membangun literasi dan kesadaran finansial sejak dini.

Juni 19, 2026 - 14:00
Dari Smartphone ke Pasar Modal, 344 Pelajar Tasikmalaya Diajak Mengenal Dunia Investasi

TASIKMALAYA - Suasana aula sekolah pagi itu berbeda dari biasanya. Puluhan pelajar di Kota Tasikmalaya, Jumat (19/6/2026), tampak serius memperhatikan layar presentasi yang menampilkan pergerakan harga saham. 

Di tangan mereka, telepon pintar bukan lagi sekadar alat untuk berselancar di media sosial atau bermain gim. Melalui aplikasi IDX Mobile, para siswa diajak mengenal dunia investasi yang selama ini kerap dianggap rumit dan hanya milik kalangan tertentu.

Mereka bukan sedang mengikuti pelatihan ekonomi tingkat perguruan tinggi. Mereka adalah pelajar sekolah menengah atas yang menjadi peserta program “KSPM Goes To School 2026”, sebuah inisiatif edukasi keuangan yang digagas oleh Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Siliwangi (FEB Unsil).

Mengusung tema “Navigate Your Way, Start Your Invest!”, program ini menjadi salah satu upaya konkret untuk menjembatani kebutuhan generasi muda terhadap pemahaman literasi keuangan yang semakin mendesak di tengah perkembangan teknologi dan maraknya tren investasi digital.

Dalam satu hari pelaksanaan, program tersebut berhasil menjangkau 344 pelajar dari tiga sekolah di Kota Tasikmalaya, yakni SMAN 2 Kota Tasikmalaya, SMK Terpadu Al-Ikhwan, dan SMKN 1 Kota Tasikmalaya.

Angka itu bukan sekadar statistik. Di baliknya terdapat upaya membangun fondasi kesadaran finansial bagi generasi muda yang kelak akan menjadi penggerak ekonomi masa depan.

Dalam beberapa tahun terakhir, minat generasi muda terhadap investasi mengalami peningkatan signifikan.

 Kemudahan akses informasi dan hadirnya berbagai platform digital membuat investasi semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Namun, di balik meningkatnya antusiasme tersebut, masih terdapat tantangan besar berupa rendahnya tingkat pemahaman terhadap konsep dasar investasi dan pengelolaan keuangan.

Fenomena inilah yang menjadi perhatian KSPM FEB Universitas Siliwangi, Ketua KSPM FEB Unsil 2026, Fariha Safrotul Haz, mengatakan program KSPM Goes To School lahir sebagai respons terhadap kondisi tersebut.

Menurutnya, meningkatnya minat investasi di kalangan anak muda harus diimbangi dengan edukasi yang memadai agar mereka mampu mengambil keputusan finansial secara bijak dan terhindar dari berbagai bentuk investasi ilegal yang marak bermunculan.

Program ini tidak hanya berfokus pada penyampaian teori mengenai pasar modal. Lebih dari itu, peserta diberikan kesempatan untuk memahami secara langsung bagaimana mekanisme investasi berlangsung melalui simulasi transaksi saham menggunakan aplikasi IDX Mobile.

Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena memberikan pengalaman belajar yang aplikatif.

Pelajar tidak hanya mengetahui definisi saham atau pasar modal dari buku pelajaran, tetapi juga dapat merasakan bagaimana proses investasi dilakukan dalam praktik sehari-hari.

Di tengah perkembangan teknologi finansial yang begitu cepat, metode pembelajaran konvensional sering kali dianggap kurang mampu menjawab kebutuhan generasi digital.

Karena itu, simulasi investasi menjadi salah satu daya tarik utama dalam program ini.
Melalui platform IDX Mobile, peserta diperkenalkan pada berbagai fitur yang tersedia dalam ekosistem pasar modal Indonesia. 

Mereka belajar memahami pergerakan harga saham, mengenali emiten, hingga mensimulasikan proses pembelian dan penjualan saham secara sederhana.
Bagi sebagian siswa, pengalaman tersebut menjadi pertemuan pertama mereka dengan dunia investasi.

Tidak sedikit peserta yang mengaku baru mengetahui bahwa investasi dapat dimulai dengan modal yang relatif terjangkau dan dilakukan secara legal melalui lembaga yang diawasi otoritas resmi.

Simulasi tersebut juga membuka wawasan bahwa investasi bukanlah aktivitas spekulatif semata, melainkan bagian dari perencanaan keuangan yang membutuhkan pengetahuan, analisis, dan kedisiplinan.

Kemandirian Ekonomi Dimulai dari Kesadaran Finansial
Dalam kegiatan tersebut, materi utama disampaikan oleh Sri Herlinawati, Deputi Kepala Wilayah Jawa Barat Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Di hadapan ratusan pelajar, Sri menekankan pentingnya membangun kesadaran finansial sejak usia muda.

Menurutnya, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan uang, tetapi juga kemampuan mengelola, mengembangkan, dan melindungi aset yang dimiliki.

Kesadaran finansial yang dibangun sejak dini akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi di masa depan.

Dalam paparannya, Sri juga memperkenalkan berbagai instrumen investasi yang tersedia di pasar modal, sekaligus menjelaskan pentingnya memilih investasi yang legal, transparan, dan berada di bawah pengawasan regulator resmi.

Pesan tersebut menjadi relevan mengingat masih banyak masyarakat yang menjadi korban investasi bodong akibat minimnya pemahaman literasi keuangan.

Kesuksesan program ini tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak yang memiliki visi yang sama dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

Selain dukungan dari Bursa Efek Indonesia, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Tine Badriatin, Kepala Reliance Sekuritas Kantor Perwakilan Tasikmalaya yang menjadi mitra strategis KSPM FEB Universitas Siliwangi.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pelaku industri pasar modal, dan institusi pendidikan menengah menjadi model sinergi yang penting dalam memperluas jangkauan edukasi keuangan.

Melalui kerja sama tersebut, materi yang disampaikan tidak hanya memiliki landasan akademik yang kuat, tetapi juga relevan dengan praktik yang terjadi di dunia investasi saat ini.

Ketua Umum KSPM FEB Universitas Siliwangi 2026 menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan dampak yang lebih luas dibandingkan sekadar transfer pengetahuan.

"Kami tidak ingin literasi keuangan berhenti di ruang kelas. Melalui simulasi investasi, pelajar tidak hanya belajar, tetapi juga memahami dan mengalami."ungkapnya

Dari situ, mereka akan paham bahwa keputusan finansial bukan sesuatu yang abstrak, melainkan keterampilan yang harus dilatih sejak dini. Ketika 344 pelajar mencoba bagaimana investasi bekerja, di situlah literasi mulai tumbuh.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata KSPM dalam membentuk generasi yang lebih sadar, mandiri, dan siap menghadapi tantangan finansial di masa depan.

Pernyataan tersebut menggambarkan perubahan paradigma dalam pendidikan keuangan. Literasi tidak lagi dipahami sebagai kemampuan menghafal konsep, tetapi sebagai keterampilan hidup yang harus dipraktikkan secara berkelanjutan.

Selama kegiatan berlangsung, antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab.

Banyak pelajar mengajukan pertanyaan seputar cara memulai investasi, risiko yang mungkin dihadapi investor pemula, hingga strategi mengelola keuangan pribadi.

Interaksi aktif tersebut menunjukkan bahwa ketertarikan generasi muda terhadap dunia investasi sebenarnya sangat besar.

Masalahnya bukan pada minimnya minat, melainkan terbatasnya akses terhadap edukasi yang kredibel dan mudah dipahami.

Program seperti KSPM Goes To School menjadi jembatan penting untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Melalui pendekatan yang komunikatif, interaktif, dan berbasis pengalaman langsung, literasi keuangan dapat ditanamkan secara lebih efektif kepada generasi muda.

Di tengah tantangan ekonomi global yang semakin kompleks, kemampuan mengelola keuangan menjadi salah satu kompetensi yang tak kalah penting dibandingkan kemampuan akademik.

Generasi muda yang memahami prinsip-prinsip dasar investasi dan pengelolaan keuangan akan memiliki peluang lebih besar untuk mencapai kemandirian ekonomi di masa depan.

Melalui semangat kolaborasi dan edukasi berkelanjutan, KSPM FEB Universitas Siliwangi menunjukkan bahwa kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

"Program KSPM Goes To School 2026 berharap menjadi bukti bahwa literasi keuangan dapat dimulai dari ruang-ruang kelas sekolah menengah."tandasnya.

Dari sana, benih-benih kesadaran finansial tumbuh, berkembang, dan kelak diharapkan melahirkan generasi yang lebih cerdas dalam mengambil keputusan ekonomi.

Sebab pada akhirnya, investasi terbaik bukanlah sekadar menanam modal pada instrumen keuangan, melainkan menanamkan pengetahuan sejak dini agar masa depan dapat dinavigasi dengan lebih bijak. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow