Dari Kelas ke Industri, Mahasiswa Polbangtan Malang Pelajari Strategi Modern Pembibitan Unggas

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang menghadirkan praktisi industri perunggasan dalam kegiatan kuliah tamu.

Juni 2, 2026 - 16:30
Dari Kelas ke Industri, Mahasiswa Polbangtan Malang Pelajari Strategi Modern Pembibitan Unggas

MALANG - Kebutuhan pangan asal unggas seperti ayam dan telur terus meningkat setiap tahun. Di balik tingginya produksi tersebut, terdapat proses panjang yang dimulai dari pembibitan untuk menghasilkan ternak yang sehat, produktif, dan berkualitas. Untuk memberikan pemahaman langsung kepada mahasiswa mengenai proses tersebut, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang menghadirkan praktisi industri perunggasan dalam kegiatan kuliah tamu bertajuk “Modern Poultry Breeding: Strategi Industri Menghasilkan Bibit Unggul” yang diselenggarakan di Ruang Diorama Polbangtan Malang, Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan yang terintegrasi dengan Mata Kuliah Pembibitan ini menghadirkan Dirta Hadi Wijaya, S.Pt., General Manager Charoen Pokphand Jaya Farm, sebagai narasumber. Sebanyak 67 mahasiswa Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan mengikuti kegiatan tersebut untuk memperoleh wawasan langsung mengenai praktik pembibitan unggas modern yang diterapkan di industri.

Bagi mahasiswa, manfaat terbesar dari kegiatan ini adalah kesempatan untuk memahami bagaimana teori yang dipelajari di ruang kelas diterapkan dalam dunia kerja yang sesungguhnya. Mereka tidak hanya mempelajari konsep pembibitan, tetapi juga mendapatkan gambaran nyata tentang standar industri dalam menghasilkan bibit unggas yang berkualitas.

Mahasiswa Polbangtan Malang 2

Dalam pemaparannya, Dirta Hadi Wijaya menjelaskan bahwa keberhasilan pembibitan unggas tidak hanya ditentukan oleh jumlah ternak yang dipelihara, melainkan oleh kualitas manajemen yang diterapkan pada setiap tahapan produksi.

"Keberhasilan pembibitan unggas tidak hanya ditentukan oleh jumlah ternak yang dipelihara, tetapi oleh kualitas manajemen yang diterapkan. Keseragaman populasi, kualitas pejantan, manajemen pakan, serta ketepatan program reproduksi menjadi kunci utama dalam menghasilkan bibit unggul yang mampu mendukung produktivitas industri perunggasan modern," jelasnya.

Selama kegiatan, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai struktur pembibitan unggas modern mulai dari Grand Grand Parent Stock (GGP), Grand Parent Stock (GP), Parent Stock (PS), hingga Final Stock (FS). Selain itu, mereka juga mempelajari manajemen reproduksi, seleksi pejantan, pengelolaan pakan, keseragaman populasi, hingga penerapan teknologi fotostimulasi yang berperan penting dalam meningkatkan produktivitas ternak.

Dosen pengampu Mata Kuliah Pembibitan sekaligus penggagas kegiatan, Dr. drh. Iswati, M.Pt., menjelaskan bahwa kuliah tamu ini menjadi salah satu upaya Polbangtan Malang untuk memperkuat kompetensi mahasiswa agar lebih siap memasuki dunia kerja.

"Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengetahui bagaimana industri bekerja dan apa saja kompetensi yang dibutuhkan di lapangan. Dengan menghadirkan praktisi secara langsung, mahasiswa dapat memperoleh wawasan yang lebih luas sekaligus meningkatkan kesiapan mereka menghadapi dunia kerja setelah lulus," ujarnya.

Dampak jangka panjang dari kegiatan seperti ini tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa, tetapi juga oleh sektor peternakan nasional. Semakin banyak lulusan yang memahami teknologi dan manajemen pembibitan modern, semakin besar peluang untuk menghasilkan SDM peternakan yang kompeten, inovatif, dan mampu mendukung peningkatan produktivitas sektor perunggasan Indonesia.

Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya Kementerian Pertanian dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul dan berdaya saing untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri, mahasiswa diharapkan mampu menjadi generasi muda peternakan yang siap menghadapi tantangan pertanian modern sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow