Dari Asisten ke Pelatih Utama, Rafael Marquez Pimpin Meksiko ke Piala Dunia 2030
Federasi Sepak Bola Meksiko menunjuk Rafael Marquez sebagai pelatih kepala menggantikan Javier Aguirre. Legenda El Tri itu akan memimpin tim menuju Piala Dunia 2030.
JAKARTA - Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF) resmi menunjuk legenda sepak bola nasional, Rafael Marquez, sebagai pelatih kepala timnas Meksiko. Pria berusia 47 tahun itu menggantikan Javier Aguirre setelah El Tri tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Penunjukan Marquez sebenarnya merupakan bagian dari rencana suksesi yang telah disusun FMF sejak 2024. Selama dua tahun terakhir, mantan bek Barcelona tersebut menjabat sebagai asisten Aguirre sebelum akhirnya dipercaya memimpin tim menuju Piala Dunia 2030.
"Penunjukan Rafael Marquez merupakan bagian dari transisi yang telah dirancang untuk menjaga kesinambungan, memperkuat pengembangan tim, dan menghadapi agenda-agenda mendatang," demikian pernyataan resmi FMF, Rabu (8/7/2026).
Meksiko belum memiliki jadwal pertandingan dalam waktu dekat. Marquez diperkirakan menjalani debutnya sebagai pelatih kepala pada agenda FIFA Matchday akhir September hingga awal Oktober 2026.
Javier Aguirre menyambut positif penunjukan mantan anak asuhnya tersebut. Menurutnya, Marquez telah menunjukkan perkembangan yang layak untuk memimpin tim nasional.
"Saya senang melihat perkembangan Rafa. Saya mengenalnya sebagai pemain dan rekan setim. Dia lebih dari cukup memenuhi syarat untuk menjadi pelatih tim nasional," ujar Aguirre.
FMF juga menyampaikan apresiasi kepada Aguirre yang dinilai berhasil membangun kembali identitas permainan Meksiko, meski langkah El Tri kembali terhenti di babak 16 besar setelah kalah 2-3 dari Inggris.
"Dia meninggalkan warisan berupa kerja keras, identitas, dan daya saing yang menjadi fondasi kuat bagi perjalanan berikutnya tim nasional," tulis FMF.
Meski kembali gagal menembus perempat final—fase yang menjadi "kutukan" Meksiko dalam delapan dari sembilan edisi Piala Dunia terakhir—penampilan El Tri dinilai mengalami peningkatan dibanding Piala Dunia 2022 ketika mereka tersingkir di fase grup.
Marquez datang dengan rekam jejak yang mentereng sebagai pemain. Ia tampil dalam lima edisi Piala Dunia bersama Meksiko, menjuarai Piala Konfederasi 1999, serta membawa El Tri meraih Piala Emas CONCACAF pada 2003 dan 2011.
Karier klubnya juga gemilang. Setelah membela AS Monaco, Marquez mencapai puncak bersama Barcelona dengan meraih dua gelar Liga Champions dan empat trofi La Liga. Ia juga pernah membawa León menjuarai Liga MX dua musim berturut-turut.
Usai pensiun, Marquez mengawali karier kepelatihan di akademi Real Alcalá sebelum menangani Barça Atlètic, tim cadangan Barcelona. Dalam dua musim, ia mencatatkan 40 kemenangan, 21 hasil imbang, dan 21 kekalahan dari total 82 pertandingan, sebelum bergabung ke tim nasional Meksiko sebagai asisten Javier Aguirre. (*)
Apa Reaksi Anda?