Crystal Palace Juara Conference League, Mateta Jadi Penentu

Crystal Palace meraih trofi Eropa pertama usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final Conference League lewat gol Jean-Philippe Mateta.

Mei 30, 2026 - 09:12
Crystal Palace Juara Conference League, Mateta Jadi Penentu

JAKARTA - Crystal Palace menutup musim dengan cara yang sulit dibayangkan beberapa bulan lalu. Klub asal London itu sukses meraih trofi Eropa pertama dalam sejarah setelah menundukkan Rayo Vallecano dengan skor 1-0 pada final UEFA Conference League, Rabu (28/5/2026) waktu setempat, atau Kamis dini hari.

Pahlawan kemenangan Palace adalah Jean-Philippe Mateta. Striker asal Prancis tersebut mencetak gol tunggal pertandingan pada menit ke-51 setelah memanfaatkan bola muntah hasil tembakan jarak jauh Adam Wharton yang gagal diamankan sempurna kiper Rayo, Augusto Batalla.

Gol itu terasa semakin emosional karena Mateta sebenarnya hampir meninggalkan Palace pada bursa transfer Januari lalu. Namun transfernya batal terjadi, dan kini justru menjadi tokoh utama dalam malam paling bersejarah klub.

“Saya merasa luar biasa. Pertama kali bermain di Eropa dan kami berhasil menjadi juara,” ujar Mateta usai pertandingan. Ia mengaku mengerahkan seluruh kemampuan demi membawa Palace meraih gelar.

Dari Protes UEFA hingga Juara Eropa

Kesuksesan ini menjadi penutup dramatis musim Crystal Palace. Di awal musim, klub sempat berselisih dengan UEFA terkait aturan kepemilikan klub yang membuat Palace gagal tampil di Liga Europa meski berstatus juara Piala FA. Palace akhirnya harus turun kasta ke UEFA Conference League.

Situasi itu sempat memicu kekecewaan besar dari suporter yang beberapa kali melontarkan protes kepada UEFA sepanjang musim. Namun perjalanan yang awalnya dipenuhi kontroversi justru berubah menjadi sejarah manis.

Kemenangan di final juga memastikan Palace kembali tampil di Liga Europa musim depan. Hal itu menjadi hadiah perpisahan sempurna bagi pelatih Oliver Glasner yang dipastikan meninggalkan klub pada akhir musim setelah kontraknya habis.

Pelatih asal Austria tersebut sebelumnya sukses mempersembahkan trofi besar pertama Palace lewat Piala FA musim lalu. Kini ia menambahkan gelar Eropa dalam catatan singkat tetapi bersejarah bersama klub London Selatan itu.

Dominasi Klub Inggris di Kompetisi Eropa

Keberhasilan Palace memperpanjang dominasi klub Inggris di kompetisi Eropa musim ini. Sebelumnya Aston Villa berhasil menjuarai Liga Europa, sementara Arsenal masih akan tampil di final Liga Champions menghadapi Paris Saint-Germain.

Ini juga menjadi kali ketiga klub Inggris menjuarai UEFA Conference League sejak kompetisi itu dimulai lima musim lalu, setelah West Ham United pada 2023 dan Chelsea setahun berikutnya.

Di sisi lain, kekalahan menjadi pukulan emosional bagi Rayo Vallecano yang menjalani final besar pertama dalam sejarah klub. Beberapa pendukung Rayo terlihat menangis selepas pertandingan usai, terutama karena klub tersebut selama ini hidup di bawah bayang-bayang dua raksasa Madrid, yakni Real Madrid dan Atletico Madrid.

Final Ketat, Palace Lebih Efektif

Babak pertama berlangsung hati-hati dengan minim peluang bersih dari kedua tim. Palace baru benar-benar memecah kebuntuan selepas jeda melalui ketajaman Mateta di kotak penalti.

Palace sebenarnya nyaris menggandakan keunggulan lewat tendangan bebas Yeremy Pino yang membentur kedua tiang gawang secara dramatis sebelum keluar lapangan.

Sementara peluang terbaik Rayo hadir melalui sepakan voli Alemão yang masih melebar tipis dari gawang Palace.

Pada akhirnya, Crystal Palace mampu mempertahankan keunggulan hingga laga usai dan mengukir salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah klub. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow