Cianjur Jadi Pilot Project Si-Gapura Jabar untuk Pendidikan Terpencil
Pemkab Cianjur mempercepat pemerataan pendidikan melalui Program Si-Gapura Jabar. Cianjur menjadi pilot project peningkatan layanan pendidikan di wilayah sulit akses dan blank spot.
CIANJUR - Pemerintah Kabupaten Cianjur terus mengakselerasi pemerataan mutu layanan pendidikan di wilayah yang memiiki keterbatasan infrastruktur.
Upaya nyata tersebut ditandai dengan diterimanya kunjungan Asisten Deputi Kemenko PMK Erick Griwantara oleh Wakil Bupati Cianjur Ramzi di Ruang Garuda Pendopo Cianjur.
Dalam hal ini agenda pertemuannya berfokus pada eksekusi Program Si-Gapura Jabar sebagai bentuk sinergi lintas pemerintah.
Langkah kolaboratif ini dirancang guna memangkas kesenjangan pendidikan di kawasan terpencil yang selama ini terkendala jaringan komunikasi, sarana belajar, hingga akses geografis.
Integrasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten Cianjur diarahkan untuk membentuk platform pendidikan yang lebih inklusif dan responsif terhadap tantangan lapangan.
Wakil Bupati Cianjur Ramzi menyatakan dukungan penuh jajarannya terhadap pelaksanaan Program Si-Gapura Jabar. Menurutnya, investasi pada sektor pendidikan merupakan pondasi utama pembangunan daerah.
"Artinya setiap anak di wilayah geografis mana pun berhak memperoleh hak belajar yang sepadan demi melahirkan SDM unggul di masa depan," ujarnya dalam keterangan yang diterima, Selasa (28/7/2026).
Sementara itu, Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur Ruhli Solehudin menjelaskan bahwa kehadiran perwakilan Kemenko PMK bersama Balai Besar Guru Penggerak Jawa Barat merupakan tindak lanjut dari upaya percepatan layanan di kawasan terisolasi.
"Cianjur ditunjuk menjadi percontohan lantaran memiliki karakteristik wilayah yang tergolong sulit dijangkau," ungkap Ruhli.
Ruhli mengatakan, pihaknya bersama wakil bupati menerima kedatangan Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan Sumber Daya Manusia dari Kementerian Sekretariat Negara yang didampingi Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Barat.
"Hal ini untuk melaksanakan program implementasi akselerasi layanan pendidikan di wilayah akses sulit Kabupaten Cianjur melalui Program Si-Gapura Jabar," tutur Ruhli.
Dalam penjelasannya bahwa sebagai pilot project, program ini mengagendakan evaluasi menyeluruh terhadap sekolah-sekolah yang berada di wilayah blank spot sinyal.
Selain itu, sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana juga digelar di SDN Padangjaya, Kecamatan Campaka, guna membekali para siswa dan guru terhadap potensi risiko bencana alam.
Ruhli menambahkan, pihaknya akan melakukan identifikasi berbagai persoalan di lapangan, sehingga nantinya dapat ditemukan solusi yang tepat untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di daerah-daerah yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses.
Kemudian lebih jauh rangkaian agenda berlanjut pada pelatihan pemanfaatan perangkat digital flat panel bagi puluhan tenaga pendidik di kawasan Campaka.
Tak sekadar urusan sekolah, Program Si-Gapura Jabar turut mengintegrasikan penanganan stunting, perbaikan sanitasi, hingga reboisasi, yang menjadikan peningkatan mutu pendidikan di wilayah sulit akses sebagai prioritas utamanya.
Ruhli melanjutkan, program ini bersifat multifungsi. Namun fokus utamanya tetap pada peningkatan layanan pendidikan di wilayah akses sulit sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik. (*)
Apa Reaksi Anda?